collapse

* Artikel Pilihan

Penulis Topik: Adam, Makhluk Surga yang Diusir ke Bumi Oleh Allah karena Tipu Daya Syaithan??  (Dibaca 5255 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Sandy_dkk

Quote (selected)
•  Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui." [Al Baqarah 30]
... ... ...
•  Dan Kami berfirman: "Hai Adam, diamilah oleh kamu dan isterimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik dimana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim. [Al Baqarah 35] 
•  Lalu keduanya digelincirkan oleh syaitan dari surga itu
Quote (selected)
Maka syaitan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya dan syaitan berkata: "Tuhan kamu tidak melarangmu dan mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang-orang yang kekal (dalam surga). [Al A'raf 20]
dan dikeluarkan dari keadaan semula dan Kami berfirman: "Turunlah kamu! sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan." [Al Baqarah 36]
« Edit Terakhir: Januari 07, 2013, 09:57:14 AM oleh Biru Biru »
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9585
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
menurut yang dapat difahami dari ayat tersebut, memanglah Adam makhluk sorga yang diusir, turun ke bumi.

tapi saat menghadiri sebuah majslis taklim, ada penjelasan yang rasanya agak berbeda dengan tafsiran ayat-ayat tersebut. sayangnya, saya tidak mengingat materi-materi yang dijelaskan pda kesempatan tersebut.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Sandy_dkk

kalau saya memiliki pemahaman yang berbeda kang, menurut saya...

pada ayat
Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui." [Al Baqarah 30]
disini secara tegas Allah mengatakan bahwa Allah berkehendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.

lalu pada ayat
Dan Kami berfirman: "Hai Adam, diamilah oleh kamu dan isterimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik dimana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim. [Al Baqarah 35]
bukan berarti Allah menyelisihi kehendakNya yang tersurat pada ayat sebelumnya.
saya berpendapat, surga adalah kawah candra dimuka bagi Adam. dan Allah menempatkannya di surga sebagai tempat pendidikan dan pelatihan bagi Adam, agar siap menjadi khalifah di muka bumi.
disini Adam adalah seorang anak yang masih harus diawasi dan dididik serta dilatih oleh orang tuanya, agar siap menjalani kehidupan mandiri saat dewasa nanti.

dan pada ayat
Lalu keduanya digelincirkan oleh syaitan dari surga itu ----------Maka syaitan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya dan syaitan berkata: "Tuhan kamu tidak melarangmu dan mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang-orang yang kekal (dalam surga). [Al A'raf 20]---------- dan dikeluarkan dari keadaan semula dan Kami berfirman: "Turunlah kamu! sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan." [Al Baqarah 36]
adanya godaan syaitan dan nampaknya aurat merupakan isyarat bahwa Adam telah dewasa, bukan anak kecil lagi.
dan Firman Allah "Turunlah kamu! sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan."
sama sekali saya tidak melihat nada kemarahan dan pengusiran disini.
saya menangkap Firman "Turunlah kamu", seperti kata2 orang tua kepada anaknya yang telah dewasa; "wahai anakku, engkau telah dewasa, sudah saatnya sekarang engkau berpisah dari kami.
dan Firman "sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan", seperti kata2; "berhati2lah di luar sana, banyak orang jahatnya nak. carilah tempat tinggalmu disana, kami doakan engkau akan hidup bahagia disana."
« Edit Terakhir: Januari 08, 2013, 02:39:43 AM oleh Biru Biru »
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline Sandy_dkk

saya melihat, sebenarnya alur hidup Adam tak jauh berbeda dengan alur hidup kita.

- ketika Adam di surga, ini seperti kita yang hidup dalam pemeliharaan orang tua yang sangat menyayangi kita.

- ketika adam tergoda syaitan dan nampak auratnya, ini seperti kita yang telah dewasa. waktu kecil, kita telanjang keluyuran kemanapun, itu bukan aurat bagi kita, lain halnya jika kita telah dewasa. waktu kita menginjak dewasa, kita mulai tertarik melihat aurat lawan jenis, dan mulai ingin mencicipi "pohon keabadian" (bersenggama, disebut keabadian karena dengan hal tsb kita akan memperoleh keturunan/keabadian).

- ketika Adam diturunkan ke bumi, ini seperti kita yang telah siap berpisah dari orang tua untuk mengarungi hidup secara mandiri.



jadi,, Adam, Makhluk Surga yang Diusir ke Bumi Oleh Allah karena Tipu Daya Syaithan adalah salah menurut saya,
dan yang benar adalah,, Adam, Makhluk Surga yang Diutus ke Bumi Oleh Allah karena Kehendak Allah
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9585
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
kalau dalam keyakinan kaum syiah, Adam itu maksum, artinya suci dari perbuatan salah, dan ia tidak tergoda oleh syaitan. 

sebutan a.s (alaihi salam) atas adam merupakan tanda kemaksumannya. tetapi saya tidak ingat bab mengenai penyangkalan mereka terhadap kisah adam yang terusi dari sorga.

terkait dengan komentar kang Biru, memang benar kang, perintah Allah agar adam turun ke muka bumi belum tentu merupakan kemarahan Allah dan sebagai bentuk pengusiran.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Sandy_dkk

kalau dalam keyakinan kaum syiah, Adam itu maksum, artinya suci dari perbuatan salah, dan ia tidak tergoda oleh syaitan. 

sebutan a.s (alaihi salam) atas adam merupakan tanda kemaksumannya. tetapi saya tidak ingat bab mengenai penyangkalan mereka terhadap kisah adam yang terusi dari sorga.

wah, apa alasannya kenapa Adam harus termasuk golongan orang2 yg maksum kang?
bukankah cerita tentang tergodanya Adam telah gamblang dijelaskan dalam Al-Quran?!
bahkan Adam sendiri mengakui kesalahannya pada surah Al-A'raaf ayat 23 dan memohon ampun kepada Allah.
Allah menerima taubatnya, lalu kemudian mengutusnya ke muka bumi.
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9585
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
^ ya itulah. saya juga belum mengerti. kapan-kapan, kalau saya ketemu Habib, saya akan bertanya kepada beliau.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 22
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Surga adalah tempat yang terlindung dari hal-hal yang jahat. Syetan termasuk hal yang jahat. Lalu bagaimana syetan bisa mengganggu Adam yang berada di dalam surga?
 

Offline Sandy_dkk

ya,, di surganya Adam pun ternyata masih ada peraturan yang berupa larangan dari Allah. menjauhi larangan Allah adalah ibadah, padahal di surga kelak kita tak lagi diperintah untuk melakukan ibadah bukan?

di surganya Adam juga gak ada bidadari...  :)
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9585
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
^ kalau kata orang LDII, sorga yang pernah di tempati Adam berbeda dengan surga yang akan menjadi tempat tinggal kaum mukminin kelak. katanya, surga yang pernah ditempati Adam itu adanya di bumi ini, di dunia. sedangkan sorga nanti itu adalah surga di akhirat. tapi saya lupa bertanya, "Di mana letak akhirat itu?"
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Sandy_dkk

Re:Adam, Makhluk Surga yang Diusir ke Bumi Oleh Allah karena Tipu Daya Syaithan??
« Jawab #10 pada: Januari 15, 2013, 01:26:43 PM »
nemu di http://www.al-shia.org/html/id/page.php?id=1126&page=1:
Quote (selected)
Para nabi termasuk Nabi Adam adalah maksum dan terjaga dari segala jenis dosa dan kesalahan. Dan apa yang terjadi atas Nabi Adam As adalah penentangan terhadap perintah irsyâdi yang tidak dapat disebut sebagai maksiat. Pada dasarnya, kedatangan manusia dan Nabi Adam di muka bumi merupakan ketentuan Ilahi dan perkara yang telah ditentukan sebelumnya. Artinya Allah Swt menghendaki Nabi Adam turun ke muka bumi dengan jalan seperti ini. Dari sisi lain, berkediaman di muka bumi adalah kediaman untuk menjalani ujian dan cobaan Ilahi bukan hukuman bagi manusia.

Allah Swt, dengan mengutus Nabi Adam As dan keturunannya di muka bumi, menghendaki supaya mereka diuji di sebuah tempat yang sarat dengan perbuatan-perbuatan baik dan buruk (berbeda dengan kedudukan di surga yang merupakan tempat pelbagai perbuatan baik dan saleh). Dan tatkala mereka mampu, di saat-saat mereka memiliki kemampuan untuk melakukan maksiat dan dosa, mengerjakan perbuatan-perbuatan baik dan saleh maka mereka akan diganjari kebaikan dan bahkan sebagian dari mereka seperti para nabi lebih unggul daripada para malaikat muqarrabin. Karena itu, Nabi Adam dan keturunannya harus bermukim di muka bumi supaya dapat menjadi penghuni langit.

Kisah penciptaan adalah kisah menarik dan penuh hikmah. Kisah ini disebutkan hampir pada seluruh seluruh kitab-kitab agama sebelumnya. Taurat dan Injil sedemikian mengemukakan kisah penciptaan ini sehingga menimbulkan banyak objeksi dan kritikan dalam pandangan Islam dan riwayat-riwayat para Imam Maksum As. Dalam al-Qur’an kisah sejati penciptaan ini dijelaskan dengan bentuk penjelasan yang paling indah dan paling kukuh.

Dalam kesempatan ini beberapa poin berikut ini mungkin dapat menjadi jawaban atas pertanyaan yang dikemukakan di atas:

1. Harus diketahui bahwa Nabi Adam As merupakan salah seorang nabi besar Ilahi. Dosa dan kesalahan jauh dari kehidupan para nabi dan mereka adalah manusia-manusia maksum. Karena itu, apabila terjadi sesuatu maka hal itu bukanlah dosa. Seseorang bertanya kepada Imam Ridha As, Apakah menurut Anda para nabi itu adalah orang-orang maksum?” Imam Ridha As menjawab, “Iya.” Ia bertanya lagi, “Lantas mengapa Allah Swt berfirman, “Maka mereka berdua memakan dari buah pohon itu, lalu nampaklah bagi mereka aurat-aurat mereka dan mulailah mereka menutupinya dengan daun-daun (yang ada di) surga. (Ya), Adam tidak menaati Tuhan-nya dan ia terhalangi dari anugerah pahala-Nya.” (Qs. Thaha [20]:121) Imam Ridha As bersabda, “Celakahlah engkau! Takutlah kepada Allah Swt. Janganlah engkau sandarkan perbautan-perbuatan buruk kepada para nabi. Allah Swt menciptakan Nabi Adam dengan tujuan menjadi hujjah dan khalifah Tuhan di muka bumi bukan untuk menetap di surga. Pembangkangan Nabi Adam terjadi di surga dan bukan di bumi.”

Allamah Thabathabai terkait dengan ayat ini berkata, “Adapun bahwa Imam Ridha As bersabda bahwa penolakan Nabi Adam As memenuhi perintah itu terjadi di surga maksudnya adalah tengah menyinggung bahwa taklif (larangan) untuk tidak memakan buah pohon bukanlah larangan maulawi, melainkan larangan irsyâdi.[1] Mengingat bahwa di surga belum lagi ada taklif. Penetapan taklif agama adalah untuk kehidupan manusia di muka bumi yang telah ditetapkan dan ditentukan Tuhan bagi Nabi Adam As di muka bumi. Dengan demikian, maksiat yang disebut adalah maksiat perintah irsyâdi bukan perintah maulawi.[2] Artinya Tuhan bermaksud ingin memahamkan bahwa mendengarkan dan mematuhi omongan setan akan menimbulkan banyak kesulitan bagi manusia. Dan sejatinya Nabi Adam memakan buah pohon terlarang merupakan sebuah tindakan yang penderitaannya telah ia rasakan sendiri; seperti seorang ayah berkata kepada anaknya janganlah pergi dengan kaki telanjang karena mungkin saja terdapat sebuah paku yang siap menyobek kakimu. Nabi Adam As dan istrinya juga telah berlaku aniaya kepada dirinya dan membuat dirinya terasingkan dari surga, bukan karena sikap pembangkangan terhadap titah (maulawi) Tuhan atau disebut sebagai telah melakukan dosa. Demikian juga, kalau memang sekiranya perbuatan Nabi Adam As itu adalah sebuah dosa maka setelah taubat sudah seharusnya ia kembali pada kedudukannya semula, karena taubat yang diterima akan menghapus seluruh pengaruh dosa. Namun ia tidak kembali kepada kedudukannya semula. Dengan demikian, larangan yang ada bukanlah larangan maulawi melainkan larangan irsyâdi Nabi Adam dan anjuran yang mengandung kemaslahatan untuknya.[3]

Benar bahwa tidak hanya tipologi bumi dan alam material yaitu adanya paradoks pelbagai keinginan dan boleh jadi manusia terjerembab dalam perbuatan dosa melainkan tipologi manusia yang terrangkap dari akal dan syahwat,[4] kondisi seperti ini yang membuat manusia dapat berbuat dosa.

2. Datangnya Nabi Adam As ke muka bumi adalah berdasarkan ketentuan Ilahi. Tidaklah demikian bahwa sekiranya Adam tidak memakan buah pohon terlarang ini maka keturunannya tidak akan pernah diutus ke bumi. Hal ini telah dijelaskan dalam riwayat yang dinukil dari Imam Ridha As yang menegaskan masalah ini.[5]

Allamah Thabathabai menyatakan, “Dari konteks ayat dapat dipahami bahwa manusia semenjak semula diciptakan untuk hidup di muka bumi dan mati di bumi. Apabila Tuhan memberikan tempat bagi manusia di surga (bukan surga abadi) adalah bertujuan untuk menguji manusia. [6]

Dalam sebuah riwayat yang dinukil dari Imam Baqir As yang bersabda, “Demi Allah! Nabi Adam As diciptakan untuk (kehidupan) di dunia.”[7]

3. Harap diperhatikan bahwa manusia dengan datangnya, lahirnya dan kehidupannya di dunia tidak menjalani hukuman, melainkan ia dapat sebagaimana para wali Allah dan orang-orang saleh mencetak kehidupannya sebagai kehidupan Ilahi dan pada dasarnya kedatangannya ke dunia bukanlah sebagai hukuman. Allah Swt menjadikan manusia lebih unggul dan mulia daripada malaikat dan mengangkatnya sebagai khalifah. Sebagai bandingannya, Allah Swt membela manusia atas protes yang dilontarkan para malaikat terhadap. “Aku mengetahui apa yang kalian tidak ketahui,” Tegas Allah Swt. “Inni a’lamu ma la ta’lamun.” (Qs. Al-Baqarah [2]:30)

Kesemua ini karena manusia memiliki akal dan syahwat. Dan tidak seperti malaikat yaitu akal murni. Makhluk dan entitas seperti ini apabila tidak berdosa tentu lebih mulia daripada entitas-entitas yang sama sekali tidak dapat berbuat dosa. Keunggulan dan kesempurnaan bagi manusia tidak akan diraih kecuali dengan melalui ujian dan cobaan dalam memilih salah satu dari dua jalan, di ujung jalan akal dan kejahilan dan seterusnya. Ujian dan cobaan Ilahi ini hanya dapat dilakukan di tempat yang memungkinkan. Dan tempat ini tidak lain adalah di bumi. Karena itu, kita harus berterima kasih kepada Tuhan karena kita adalah makhluk penghuni bumi lantaran ikut serta dan berpartisipasi dalam ujian-ujian bumi sehingga kita akan menanjak melesak menjadi penghuni langit. [IQuest]

 

[1]. Taklif (perintah atau larangan) maulawi adalah sebuah taklif apabila ditentang maka akibatnya seseorang akan mendapatkan hukuman dan azab. Berbeda dengan taklif irsyadi yang bermakna taklif (perintah atau larangan) yang tidak berujung pada jatuhnya hukuman dan azab. Dalam taklif ini semata-mata bermaksud untuk memberikan bimbingan dan panduan.

[2]. Sayid Muhammad Husain Thabathabai, Terjemahan Persia Tafsir al-Mizân, jil. 1, hal. 219.

[3]. Ibid, hal. 201.

[4]. Imam Ali As bersabda, “Allah Swt menciptakan malaikat dengan akal dan tanpa syahwat. Dan menciptakan hewan dengan syahwat tanpa akal. Namun menciptakan manusia dengan akal dan syahwat yang apabila manusia mendengarkan titah akal maka ia akan lebih tinggi derajatnya daripada malaikat dan apabila syahwatnya mendominasi maka ia lebih buruk dari hewan. Syaikh Shaduq, ‘Ilal al-Syarâ’i, hal. 15, Bab 6.

[5]. Dalam riwayat disebutkan bahwa penolakan Adam memenuhi perintah itu terjadi di surga bukan di bumi dan penolakan itu juga berdasarkan ketentuan Ilahi.

[6]. Sayid Muhammad Husain Thabathabai, Terjemahan Persia Tafsir al-Mizân, jil. 1, hal. 196.

[7]. Ibid, jil. 1, hal. 225


mungkin sama dengan informasi yang kang Asep dapat dari syi'ah?
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9585
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Adam, Makhluk Surga yang Diusir ke Bumi Oleh Allah karena Tipu Daya Syaithan??
« Jawab #11 pada: Januari 15, 2013, 09:36:56 PM »
ya, agak mirip. tapi penjelasan dari habib abu bakar sepertinya masih ada perbedaan mendasar. kalau dalam artikel tersebut ada klasifikasi perintah irsyadi dan maulawi, dan Adam tidak melanggar perintah maulawi, tetapi perintah irsyadi, tapi dalam tafsiran habib Abu Bakar yang saya ingat tidak ada pelanggaran sama sekali oleh nabi Adam.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags: adam sorga iblis 
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
3 Jawaban
1955 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 07, 2016, 12:33:28 PM
oleh Ziels
0 Jawaban
2665 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 24, 2012, 02:33:22 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
2051 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 02, 2013, 09:53:51 PM
oleh Kang Asep
25 Jawaban
9928 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 10, 2016, 10:47:33 PM
oleh Sandy_dkk
1 Jawaban
2706 Dilihat
Tulisan terakhir April 29, 2013, 01:23:06 AM
oleh Sandy_dkk
4 Jawaban
1733 Dilihat
Tulisan terakhir November 19, 2015, 11:38:09 PM
oleh Monox D. I-Fly
0 Jawaban
926 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 26, 2014, 07:10:31 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1054 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 28, 2015, 08:02:48 AM
oleh Kang Asep
27 Jawaban
4181 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 19, 2015, 05:55:03 PM
oleh Monox D. I-Fly
0 Jawaban
103 Dilihat
Tulisan terakhir April 07, 2018, 08:54:52 PM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan