Penulis Topik: Logika  (Dibaca 2499 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9259
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 353
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Logika
« pada: November 22, 2013, 02:52:23 PM »

Nomor : PST-KI/Log-001/2514
Edisi : 27 Februari 2017
Judul : Logika-Selayang Pandang
Tujuan :
1) memahami definisi Logika dan Ilmu Logika
2) memahami manfaat ilmu logika
3) mengenal bab-bab pokok ilmu logika
4) mengetahui materi apa saja yang akan dipelajari di kelas I
================

Logika adalah  Hukum Berpikir Tepat. jadi, Ilmu Logika berarti ilmu yang mempelajari  tentang Hukum Berpikir Tepat. Undang-undang berpikir ini telah disusun oleh Aristoteles sejak 350 SM.

Segala sesuatu harus tunduk pada hukum yang benar. Penentangan terhadap hukum ini akan mengakibatkan kekacauan. demikian pula berpikir, haruslah tunduk pada hukum-hukum berpikir yang disebut dengan Logika. Jika tidak tunduk pada hukum berpikir, maka akan terjadi kekacauan dalam pikiran, kesalahan dalam proses berpikir, sehingga melahirkan pengetahuan yang salah. kesalahan dalam proses berpikir ini merupakan sumberr kebodohan, kesalah-fahaman, kejahatan dan menjadi asal mula dari kekacauan dunia. Penderitaan yang dialami oleh umat manusia, tidak lain karena berkuasanya orang-orang jahat di atas orang-orang baik. Tidaklah terjadi peperangan, penindasan dan kedzaliman, kecuali karena adanya orang yang salah faham atau fahamnya salah. Untuk menyelamatkan diri dari kesalah-fahaman ini, untuk menghindarkan pikiran dari kekeliruan dan kekacauan dalam proses berpikir, Aristoteles menyusun hukum-hukum berpikir ini menjadi sebuah kitab Undang-undang Berpikir yang disebut Logicae. Hukum-hukum ini bersifat pasti dan tidak dapat disangkal, bahkan dalam alam khayal sekalipun. karena penyangkalan terhadap hukum-hukum logika tidaklah mungkin.

Kutip :
=======
Kaidah-kaidah berfikir dalam Logika bersifat niscaya atau mesti. Penolakan terhadap kaidah berfikir ini mustahil (tidak mungkin). Bahkan mustahil pula dalam semua khayalan yang mungkin[1]. Contohnya, sesuatu apapun pasti sama dengan dirinya sendiri, dan tidak sama dengan yang bukan dirinya. Prinsip berfikir ini telah tertanam secara niscaya sejak manusia lahir. Tertanam secara spontan. Dan selalu hadir kapan saja fikiran digunakan. Dan harus selalu diterima kapan saja realitas apapun dipahami. Bahkan, lebih jauh, prinsip ini sesungguhnya adalah satu dari watak niscaya seluruh yang maujud[2]. Tidak mengakui prinsip ini, yang biasa disebut dengan prinsip non-kontradiksi, akan menghancurkan seluruh kebenaran dalam alam bahasa maupun dalam semua alam lain. Tidak menerimanya berarti meruntuhkan seluruh bagunan agama, filsafat, sains dan teknologi, dan seluruh pengetahuan manusia.[3]
________
Note :
 1.    all possible intelligebles
 2.    the very property of being
 3.    Dimitri Mahayana

========

Sebagaimana dikatakan oleh kang Dimitri, bahwa Hukum Logika itu bersifat pasti, yakni pasti benar, mutlak benar. sehingga kebenarannya mustahil dapat dibantah. Sejak disusunnya teori ilmu logika oleh Aristoteles pada 3,5 abad sebelum masehi, tidak ada seorang ilmuwan pun yang dapat membantah kebenaranya. Berbeda dengan ilmu lainnya, yang dari zaman ke zaman selalu mendapatkan penambahan teori-teori baru, ilmu logika sudah mencapai kesempurnaannya sejak pertama dan tidak dapat ditambahi atau dikurangi agak sedikitpun.

apabila ada teori yang bersifat tidak pasti kebenarnanya, tidak mutlak benar atau relative benar, maka teori tersebut bukanlah teori ilmu logika. jika di dalam materi-materi yang disajikan di sini termuat teori-teori yang kebenarannya tidak pasti, maka itu harus disingkirkan dari daftar "materi ilmu logika". walaupun hukum logika bersifat pasti, tetapi dalam menjelaskan hukum tersebut, penyaji materi tidak mustahil melakukan kekeliruan. oleh karena itu, apabila anda menemukan teori-teori yang menurut akal sehat anda keliru, silahkan di sangkal atau dikritisi sehingga dapat dilakukan perbaikan.

Adapun, pengetahuan Pokok di dalam ilmu logika terdiri dari tiga bab, yaitu[1] :

1) Term
2) Proposisi
3) Syllogisme

Bab tentang Term meliputi :

1) Konsepsi
2) Kategori
3) Klasifikasi
4) Definisi

Bab tentang Proposisi meliputi :

1) Tiga Jenis Propsisi
2) Empat bentuk Propsisi
3) Hukum peniapan dalam propsisi
4) Pembalikan Proposisi
5) Pemutaran Proposisi
6) Pembalikan dan Pemutaran
7) Pertentangan Propsisi
8) Empat Jenis Argumentasi
5) Lima Sifat Proposisi

Bab tentang syllogisme meliputi :

1) Enam Hukum Dasar Logika
2) Modus Berpikir
3) 64 syllogisme

Sedangkan topik-topik materi yang akan disampaikan di kelas I adalah terdiri dari 40 topik, sebagai berikut :


Video :
 1. Apa saja bab pokok dalam ilmu logika ?
« Edit Terakhir: Maret 31, 2017, 02:06:40 PM oleh Kang Asep »
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags: kelompok i 
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
6 Jawaban
2290 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 12, 2013, 04:22:24 PM
oleh Kang Asep
17 Jawaban
4407 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 03, 2013, 11:13:50 AM
oleh Abu Hanan
6 Jawaban
1740 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 08, 2013, 10:43:59 PM
oleh Kang Asep
4 Jawaban
856 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 13, 2015, 09:11:54 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
180 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 16, 2016, 08:53:12 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
311 Dilihat
Tulisan terakhir November 09, 2016, 07:47:33 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
207 Dilihat
Tulisan terakhir November 25, 2016, 12:55:59 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
524 Dilihat
Tulisan terakhir April 24, 2017, 07:19:26 AM
oleh Kang Asep
2 Jawaban
140 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 01, 2017, 08:45:03 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
136 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 02, 2017, 05:33:27 AM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan