Penulis Topik: Kapirin  (Dibaca 1061 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9203
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 342
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Kapirin
« pada: Desember 30, 2013, 07:26:09 PM »
Kapirin adalah setiap Non Muslim.

sedangkan Kafirin adalah orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Allah setelah jelas bukti-bukti kebenarannya bagi mereka.

Istilah Kapirin saya ciptakan sendiri, untuk membedakannya dengan istilah Kafirin. saya tidak menganggap semua kapir adalah kafir. Tapi mayoritas muslim meyakini bahwa setiap non muslim itu adalah kafir. Menurut saya, mereka yang berKTP muslim, atau bahkan sudah membaca syahadat, bisa saja mengingkari ayat-ayat Allah, shingga mereka sebenarnya kafir.

ketika saya menyebut nama Muhammad tanpa dilanjutkan dengan "Shalallahu alaihi wa alihi", Habib Abu Bakar menegur, "jangan hanya menyebut namanya saja, itu kafir lha! kafir ayat!"

Nah, muslim yang telah bersyahadat, shalat sehari lima kali, puasa di bulan ramadhan, tapi karena menyebut nama Nabi tanpa diteruskan dengan saw saja bisa disebut kafir. ini gambaran, bahwa kafir itu bukan hanya non muslim, tapi seorang muslim pun bisa saja sebenarnya kafir, kecuali muslim sejati.

di sini terdapat dua pengertian :

  • Muslim syariyah : semua orang yang memenuhi rukun Islam adalalah muslim. sifat-sifat kafir bisa ada pada diri mereka
  • Muslim Hakikiyah : Muslim yang sepenuhnya mengikuti ajaran Islam, muslim sejati. sifat-sifat kafir mustahil ada pada diri mereka

Tidak semua non muslim kafir, karena non muslim yang belum sampai ayat yang jelas kepada mereka, maka merka tidak termasuk mengingkari ayat-ayat Tuhan. seperti misalnya, penduduk di pedalaman, atau non muslim yang memang belum pernah sampai kepadanya ajaran Islam yang benar. Bagaimana mungkin ia dikatakan mengingkari ayat-ayat Tuhan, bila ayat-ayat itu belum sampai kepadanya ?
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
0 Jawaban
1180 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 30, 2013, 05:56:54 PM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan