Penulis Topik: Aku  (Dibaca 294 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Sultan

  • Sang Pengembara Yang Mencari Kepingan - Kepingan Pecahan Cermin Kebenaran Yang Berserakan Di Segala Penjuru Alam Semesta
  • Sahabat
  • ***
  • Tulisan: 180
  • Thanked: 1 times
  • Total likes: 21
  • Jenis kelamin: Pria
  • Spiritualitas dan Kebatinan
    • Lihat Profil
Aku
« pada: Juli 27, 2016, 12:03:18 PM »
A.Definisi

“Aku adalah ruh manusia yang beraktifitas di dalam jasadnya”.

B.Beberapa Pengertian dan Pemahaman

• Jasad adalah tempat bagi "Aku" untuk berperan di dalam kehidupan

• Aktifitas yang dilakukan oleh "Aku" dibagi menjadi 4 kategori :

1.Aktifitas Mental (pikiran)
2.Aktifitas Bathin (hati)
3.Aktifitas Fisik (tubuh)
4.Aktifitas Pencerapan (segala aspek diri)

Aktifitas Mental

Aktifitas mental adalah aktifitas "Aku" yang terjadi di dalam pikiran.

Anggota dari himpunan aktifitas mental ini diantaranya adalah menganalisa, menalar, mengkalkulasikan, dan mengkritisi.

Aktifitas Bathin

Aktifitas Bathin adalah aktifitas "Aku" yang terjadi di dalam bathin.

Anggota dari himpunan aktifitas bathin ini diantaranya adalah bergembira, bersuka ria, bersedih, menderita, dan berbahagia.

Aktifitas Fisik

Aktifitas fisik adalah aktifitas "Aku" yang menggunakan tubuh fisik sebagai realisasi dan aktualitasnya.

Terjadinya aktifitas fisik bisa disebabkan karena pengaruh dari aktifitas mental dan aktifitas bathin serta bisa juga disebabkan oleh bukan aktifitas mental dan bukan aktifitas bathin.

Anggota dari himpunan aktifitas fisik ini diantaranya adalah berjalan, berlari, menari, dan melompat.

Aktifitas Pencerapan

Aktifitas pencerapan adalah aktifitas "Aku" yang bisa terjadi di segala aspek diri.

Secara sederhana, aktifitas pencerapan adalah "menyadari" segala sesuatu yang terjangkau oleh kesadaran.

Menyadari segala sesuatu yang terjangkau oleh kesadaran merupakan aktifitas "Aku" yang dapat dilakukan di segala aspek diri tergantung dari jenis "sesuatu" yang ingin disadari.

Jika yang disadari adalah kondisi bathin seperti misalnya kebahagiaan dan kesedihan, maka penyadaran tersebut dilakukan dengan menggunakan bathin.

Jika yang disadari adalah bentuk - bentuk pikiran seperti misalnya proses kognisi, kalkulasi, dan penalaran, maka penyadaran tersebut dilakukan dengan menggunakan pikiran.

Jika yang disadari adalah kondisi tubuh seperti misalnya rasa sakit, rasa panas, dan rasa lelah, maka penyadaran tersebut dilakukan dengan menggunakan tubuh.

Jika yang disadari adalah "kesadaran" itu sendiri, maka penyadaran tersebut dilakukan dengan menggunakan "kesadaran" itu sendiri pula.

Jadi, secara garis besar pengertian tersebut dapat dirangkum dalam formula dan rumus yang sederhana :

“Menyadari bathin dengan bathin.
Menyadari pikiran dengan pikiran.
Menyadari tubuh dengan tubuh.
Menyadari kesadaran dengan kesadaran".

• "Aku" adalah pengendali dan pengontrol jasad
« Edit Terakhir: Juli 27, 2016, 12:50:33 PM oleh sultanisme »
Kebenaran itu ibarat cermin yang pecah berkeping - keping. Masing - masing kepingnya adalah kebenaran. Namun kepingan - kepingan pecahan cermin tersebut berserakan di segala tempat. Tugas kitalah untuk memungut kepingannya satu per satu kemudian menyusunnya agar menjadi cermin yang utuh.
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9259
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 353
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Aku
« Jawab #1 pada: Juli 28, 2016, 09:12:22 AM »
“Aku adalah ruh manusia yang beraktifitas di dalam jasadnya”.

Definisi ini sah. tapi, umat Buddhis akan masuk dalam wilayah definisi ini. lihat di sini => Sang Aku
« Edit Terakhir: Juli 28, 2016, 09:17:16 AM oleh Kang Asep »
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags:
 

GoogleTagged



Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan