Penulis Topik: Sumpah Serapah Bapak Pada Anaknya  (Dibaca 992 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9592
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 483
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Sumpah Serapah Bapak Pada Anaknya
« pada: Desember 06, 2013, 12:55:34 AM »
Saya teringat kepada seorang bapak yang mencaci maki sepasang muda-mudi yang mati terlindas kereta api, ketika mereka berdua pacaran pukul 3 dini hari di rel kereta api. Ini adalah kejadian nyata. Saya ceritakan kembali dalam bentuk cerpen. Saya mendengar informasi dari sana sini, lalu merangkainya menjadi sebuah cerita untuk menggambarkan kronologinya.

===========================================

"Dasar geblek!" gerutu si bapak di depan istrinya. "Jam 3 pagi kok pacaran di rel. ya mati lah! lagian, kemana tuh orang tuanya. anak gak pulang kok gak dicari?! Kalau anak Papah seperti itu, udah Papah tempeleng."

Tiba-tiba sang ibu yang mendengar gerutu suaminya teringat anaknya. karena sejak pagi ia belum melihat susi, anaknya. "Pah, si Susie kemana?"

"Lha, kok nanya Papah? Coba cari di kamar!"

"Gak ada Pah!" kata ibunya.

Sepasang suami istri itu terkejut dan saling pandang dengan pikiran yang dipenuhi rasa khawatir. Lalu mereka mencari anaknya ke rumah tetangga, ke rumah teman-temannya, tapi tidak berhasil menemukannya. Mereka mulai dipenuhi rasa curiga.

“Pah..jangan-jangan yang di rel itu ...?” sang Ibu.

Suaminya segera menepis pikiran negatif itu, “Ah ibu.. jangan pikir yang macem-macem. Udah, Papah cari lagi ...”

Sebenar pikiran lelaki itupun mulai panik. Lalu ia kembali ke tempat di mana tadi pagi ia melihat orang-orang mengerumuni dua mayat anak remaja. Tapi mayat sudah tidak ada di tempat. Berhubung tidak ada identitas dan tidak ada yang mengenali, maka mayat tersebut di bawa ke rumah sakit. Lelaki setengah baya itu penasaran dan mendatangi rumah sakit.

Wajah gadis itu telah hancur. Tapi lelaki itu jatuh tersungkur sambil menangis bukan saja karena melihat wajah yang hancur, tapi wajah yang hancur itu ia kenali sebagai putrinya, Susi. Banyak tanda-tanda di tubuh, tangan, rambut dan pakainnya yang menunjukan bahwa itu adalah Susi. Terlebih berat lagi, ia ingat tadi pagi ia telah menggerutu, sumpah serapah dan mengutuk dengan benci remaja pacaran yang ternyata adalah putrinya sendiri. Akhirnya bapak  ini menangis sejadi-jadinya.

Setelah lebih kuat, si bapak memaksakan diri untuk merogoh saku bajunya, hendak memberi tahu berita duka ini kepada istrinya, “Mah... ?”

“Ada apa, Pah...?”

Lelaki itu terdengar menangis tersedu sedan sebelum melanjutkan kata-katanya. Si Ibu menjadi semakin panik. “Ada apa Pah.. ayo bilang!”

“Mah... yang terlindas kereta itu tenyata anak kita Mah...Susi Mah... Susi....”

Si Ibu pingsan. 
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
2 Jawaban
5507 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 15, 2012, 07:35:23 AM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
6466 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 31, 2015, 10:31:48 AM
oleh Monox D. I-Fly
0 Jawaban
1643 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 10, 2013, 06:05:10 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1285 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 19, 2013, 10:07:08 AM
oleh Awal Dj
0 Jawaban
859 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 22, 2013, 02:46:37 PM
oleh Awal Dj
9 Jawaban
2835 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 12, 2013, 01:23:04 PM
oleh tasikita
0 Jawaban
346 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 27, 2016, 07:48:22 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
786 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 28, 2016, 09:57:26 AM
oleh comicers
0 Jawaban
179 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 24, 2016, 04:56:51 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
86 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 17, 2018, 01:54:37 AM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan