Penulis Topik: Perselingkuhanku Dengan Seorang Gadis bernama Kania  (Dibaca 4464 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9274
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 354
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Perselingkuhanku Dengan Seorang Gadis bernama Kania
« pada: September 14, 2012, 05:23:35 PM »
Kania adalah seorang gadis yang nakal. Kemungkinan karena paraha rumah tangga orang tuanya yang carut marut. Orang bilang itu broken home. Akhirnya Kania jatuh ke dalam obat-obatan terlarang.

Efek dari obat-obatan itu, Kania sering berhalusinasi. Ia sering mengaku melihat hantu pocong. Mula-mula orang mengira kemampuan Kania melihat hantu-hantu itu adalah kemampuan indra keenam. Tapi setelah aku selidiki, ternyata itu hanyalah halusinasi akibat efek narkoba.

Untuk proses penyembuhan, aku meminta Kania tinggal di Bandung untuk sementara. Kaniapun mencari tempat kost yang sesuai. Dari tempat kost itu, setiap hari Kania datang ke rumahku untuk menjalani terapi.

Saya mengetahui bahwa saya harus menjaga mental Kania. Sebab ia sangatlah sensitif, mudah marah, tersinggung dan kesal. Dan bila muncul perasaan-perasaan negatif seperti itu, Kania akan merasa stress, depresi dan akhirnya lari kembali kepada narkoba. Oleh karena itu, aku berhati-hati dalam bersikap, mencoba memperlakukan Kania selembut mungkin.

Sayang sekali,  proses terapi tidak berjalan lancar. Dikantor aku mengalami perubahan formasi kerja, sehingga waktuku menjadi tersita. Oleh karena itu, penanganan terapi Kania saya serahkan kepada muridku yang bernama Muwahid.

Setelah empat bulan aku menitipkan Kania pada Muwahid, aku teringat kembali padanya dan ingin mengetahui bagaimana kondisinya sekarang. Lalu aku mencarinya di perhimpunan. Saat datang, aku lihat mereka sedang berkumpul bersama. Tak disangka, ketika melihat kedatanganku, Kania berteriak kegirangan, “Kang Asep, kemana aza! Aku kangen sama Kang Asep.”

Malu rasanya dibilang seperti itu oleh seorang gadis berumur 19 tahun. Umurku 25, tidak terlalu tua untuk gadis 19 tahun. Tapi semua orang tau, saya pria sudah beristri. Ungkapan Kania itu mengejutkan murid-murid saya yang lain tampaknya, karena seakan Kania memiliki suatu perasaan khusus padaku, mengingat belum pernah ada seorang murid perempuan yang berani mengungkapkan perasaannya secara blak-blakan seperti Kania.

Aku duduk di hadapan Kania, serta menanyakan keadaannya. Alhamdulillah, kini Kania sudah sembuh dari ketergantungan dan efek narkoba. Lalu aku pun berbincang ngalor ngidul, melepaskan kekangenanku pada murid-murid. 

Dua hari sejak pertemuan itu, aku menerima sms dari Kania. Isinya sebuah keterus-terangan, “Maaf Kang! Saya berterus terang, kenapa ya Kang belakangan ini saya selalu ingat sama Akang?”

Terkejut bercampur riang, aku membaca sms tersebut. kalau seorang gadis berkata seperti itu, tak lain dan tak bukan, pastilah ia jatuh cinta. Siapa yang tidak senang bila disukai gadis belia yang cantik. Tetapi akupun ingat bahwa aku sudah beristri dan aku menyayangi istriku. Di sisi lain, sebagai lelaki, aku cukup tergoda untuk menanggapi sms itu. Terlebih, aku tidak ingin membuat Kania patah hati, bila ia menyukaiku. Karena walaupun dia telah lepas dari penyakit halusinasi dan narkoba, tapi mentalnya itu belum cukup mapan, masih membutuhkan bimbingan dan pengawasan.

Akhirnya aku memutuskan untuk membalas sms itu dengan nada bercanda, “Selalu ingat saya? Wah … jangan-jangan kamu jatuh cinta sama saya nih?”

Tak perlu menunggu lama untuk mendapat balasan, sms balasan segera tiba, “tut tut tut tut” irama bunyi yang membuat hatiku semakin riang. Wajahku semakin sumringah, ketika mengetahui sms itu “Saya kira juga begitu, Kang. Jadi bagaimana dong?”

“Owh, jadi bener toh, kamu jatuh cinta ma saya? He.. he..”

“Kok pake ketawa, Kang? Saya serius nih.” Balas Kania dalam sms.

Dalam hati aku bimbang, “waduh, gimana nih, kalo udah begini. Apa yang harus kulakukan? Apa aku akan berslingkuh dari istriku? Kania juga tau, bahwa aku sudah punya istri. Kenapa dia nekat?” sejenak aku ragu untuk membalas kembali sms itu. Tapi akhirnya aku balas juga ,”tiada salahnya kamu mencintai seseorang. Dan tiada yang aku harapkan, kecuali kebahagiaan bagimu.”

Sejak saat itu, pagi, siang, sore dan malam hari, aku terus menerus sms-an dengan Kania. Sejuta kata puisi dia tumpahkan di dalam sms-smsnya, kata-kata memuja cinta, penuh sanjungan dan pujian, menifestasi kerinduan. Kania berkata, bahwa dirinya seolah-olah ingin memeluk gunung, tapi apa daya tangan tak sampai. Saya mengerti maksudnya, bahwa ia sangat mencintai saya, tetapi berhubung saya sudah mempunyai istri, maka dia hanya bisa bersedih. Dilemma dia rasaka. Di satu sisi, ia ingin menjadi pendamping hidupku, tapi di sisi lain, ia tidak ingin ada perempuan lain yang tersakiti. Memahami apa yang dia rasakan, sebenarnya saya merasa kasihan.

“Kania, ….
Katanya, Cinta adalah anugrah yang indah dari Tuhan
Tapi kadang kita dibuatnya menangis
Entahlah mana yang benar
Apakah cinta itu kebahagiaan
Atau sebuah siksaan”

Demikian sms ku pada Kania. Lalu datang  balasan :

“yang jelas, ..rasanya kini saya menderita, Kang!
Karena Akang tidak ada di sini
Tuk temani Nia”

Aku balas lagi :

“Apa yang kamu harapkan
Apa yang kamu inginkan
Adalah sebagaimana yang aku harap dan inginkan
Dunia memang dipenuhi harapan dan keinginan
Aku ingin, kamu ingin, mereka juga ingin
Sepertinya, hanya keinginan tuhan jualah yang akan terjadi”

Kania menulis dengan sms yagn lebih menggoda :

“Tidak inginkan Akang,
Kesini barang sejenak,
Genggam jemariku
Peluk tubuhku
Agar menjadi hangat suasana
Di malam yang dingin ini.”

Jiwaku semakin bergelora dan bersemangat. Tapi aku sadar, bahwa aku tidak boleh sampai keluar batas.

“jangan semakin kau siksa aku
Dengan kata-kata indahmu
Jangan pula semakin kau siksa dirimu
Dengan harapan dan keinginamu

Lindungilah dirimu
Dengan helaan nafasmu
Duduklah dengan khidmat
Pejamkan matamu
Rasakan aku hadir disisimu
Berbicara padamu
Dengan kelembutan
Dan kasih sayang

Lalu…
Tariklah nafas dalam-dalam
Tahan sejenak dengan lembut
Perlakukan dirimu sendiri dengan kasih
Lalu hembuskan nafas secara perlahan pula
Rasakan kelegaan di dada.”

Terkadang, aku dan Kania sms-an hingga pagi menjelang tiba, sehingga mengundang curiga istriku. Ia bertanya, “sms-an sama siapa sih Yah, malem-malem begini?”

Saya berkata terus terang, bahwa ada seorang murid, gadis muda berusia 19 tahun. Dia sedang dalam masalah serius, yaitu ketergantungan pada narkoba. Butuh perlindungan dan terapi penyembuhan. Saya sedang membantunya. Tapi dalam proses itu, si gadis terjebak cinta. Saya suka dicintai, tapi sayapun tak suka menyakiti siapapun, maka saya mencari jalan tengah, melakukan yang terbaik menurut jalan-jalan intuisi. Istriku percaya padaku, dan ia tidak pernah mempermasalahkan hal itu lagi.

Saat aku hadir di tengah murid-murid yang banyak, kini saya melihat sikap mereka yang agak berbeda. Wajah mereka tampak tidak riang, bila dekat dengan saya. Rupanya ada hal yang mereka kecewakan, ada hal yang mereka sedihkan. Apa yang membuat mereka sedih dan kecewa, rupanya aku mengerti penyebabnya. Tentulah telah tersiar kabar tentang isu perselingkuhan antara aku dengan Kania. Tapi karena rasa hormat mereka, mungkin mereka sungkan untuk bertanya apalagi memprotes. Tak ada yang bisa aku lakukan. Tidak pula aku ingin membela diri, karena aku tidak suka membela diri. Jikalau para murid sudah merasa finish dengan penilaianya sendiri, maka biarkanlah saja seperti itu. kalau mereka bertanya, maka saya akan menjawab.

Mewakili murid-murid yang lain, Muwahid duduk menghadapku. Diapun tampak murung dan bersedih. Tapi tidak sepatah katapun berani dia ungkapkan. Lalu saya berkata kepadanya, “Katakan saja, apa yang ingin kamu katakan! Jangan sungkan! Rahasiakan apa yang ingin kamu rahasiakan!”
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9274
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 354
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Perselingkuhanku Dengan Seorang Gadis bernama Kania
« Jawab #1 pada: September 14, 2012, 05:24:00 PM »
Muwahid berkata, “Mungkin Akang sudah tau, apa yang hendak saya katakan. Apakah saya harus mengatakannya lagi?”

“Apakah saya mengetahuinya atau tidak tentang apa yang hendak kamu katakan, saya hanya akan menjawab pertanyaan yang kamu ungkapkan. Adapun pertanyaan yang hanya di dalam hatimu kamu itu, bila tak diungkapkan, maka biarkanlah saja hati juga yang menjawabnya. Bila telah beredar isue yang tak sedap tentang saya selama ini, dan kamu ingin mendengarkan bagaimana saya membela diri, ketahuilah, saya tidak akan membela diri, biarkan mereka  berkata di depan ataupun dibelakang kalau saya telah berselingkuh, serakah dan mengkhianati istri yang cantik dan baik. Apakah lagi tuduhan yang mereka katakn pada saya?” Demikian kataku pada Muwahid.

Muwahid menanggapi, “saya meyakini bahwa Akang tidaklah seperti yang mereka katakan, tentulah ada hakikat yang saya tidak mengetahuinya.”

Aku menjawab, “mungkin juga, sebenarnya saya adalah sebagaimana yang mereka katakan, atau bahkan lebih buruk dari itu. sekarang kita lupakan sejenak hal itu, kapan-kapan boleh dibicarakan lagi. Mari kita memulai pelajaran baru bagi kamu, sampai di mana pelajaranmu kemarin?”

Karena isue perselingkuhan itu, seorang muridku bernama Tubagus tidak mau lagi bertemu denganku. Bila sekalinya bertemu, ia tidak lagi menyalamiku. Bila aku mengajaknya bersalaman, ia tidak lagi mencium tanganku, sebagai pertanda bahwa ia tidak lagi menghormati aku. Memang aku tidak suka dicium tangan. Tapi kemarin, Tubagus menunjukan rasa hormatnya dengan cium tangan tanpa aku memintanya. Mungkin seperti itulah tradisi menunjukan rasa hormat di dalam kelurganya, sehingga ketika dia tidak lagi mencium tanganku, diiringi dengan gerak-gerak dan tata cara bicaranya, maka aku mengetahui bahwa tiada lagi rasa hormat itu kepadaku. Bahkan rupanya cinta telah berubah menjadi benci. Dialah yang gini lebih gencar menebarkan gosip dan mulai banyak membahas diriku dari berbagai sisi negatif, sehingga murid-murid lain terdorong untuk membenci. Cinta menjadi benci. Sahabat menjadi musuh. Murid menggurui. Semua itu hanyalah perubahan dalam kehidupan yang sudah menjadi hukum alam. Tidak ada hal-hal yang perlu aku risaukan. Biarkan saja semua reaksi mental itu terjadi sebagaimana harusnya.

Isu perselingkuhan itu semakin berkembang dan panas, bahkan sampai ke telinga Sang Guru. Di pagi hari, Sang Guru datang ke rumahku, lalu dia menanyakan kebenaran isu tersebut di hadapan istriku. Aku berkata kepada beliau, “Guru yang mengajari saya untuk tidak membela diri, ketika orang lain menuduh kita dengan tuduhan-tuduhan yang pahit. Sebab orang yang membenci tidak akan mampu melihat hal-hal baik pada diri kita, melainkan hanya sisi-sisi buruknya saja, sehingga tiada bedanya membela diri atau tidak. Guru yang mengajari saya untuk menyatakan diri sebagaimana adanya. Maka saya nyatakan seagaimana adanya, bahwa memang saya menjalin hubungan dengan Kania. Sungguh saya menyukai gadis itu. pagi, siang, sore dan malam hari, saya selalu ber-sms-an dengan dia. Dia telah mengirimi saya sejuta kata cinta. Dan saya membalasnya dengan rasa cinta. Apakah saya bersalah, Guru?”

Sang Guru berkata, “Aku telah melihat, sejauh mana yang kamu lakukan, apa maksud dan tujuan, serta bagaimana hakikatnya. Ketahuilah, jangan sekali-kali kamu menyakiti istrimu. Jika kamu menyakiti istrimu ini, awas, akan kupukuli kau habis-habisan!”

Mendengar kata-kata guruku ini, mataku berlinangan air mata. Bukan sakit hati atau karena menahan marah, tapi aku terharu. Beliau mengatakan kata-kata sekeras itu dihadapan istriku yang aku cintai, bagaimana aku bisa merasa disakiti oleh kata-kata keras guruku itu, justru sebaliknya aku merasa disanjung dan disayangi. Sebab nyata, guruku ini membela dan melindungi orang yang sejatinya aku cintai, yaitu istriku. Tentunya, orang yang begitu tulus hendak membela dan melindungi orang yang aku cintai, berarti dia juga begitu besar kasih sayangnya kepadaku.”

Walaupun isu perselingkuhan itu terus berkembang, saya tak peduli, anggap saja angin lalu. Tapi rupanya Kania mendapat tekanan yang lebih besar dari teman-temannya. Dalam sms-sms terakhirnya dia mengatakan kalau dia telah dicaci maki dan dimarahi teman-temannya, dikatai pelacur dan pengganggu rumah tangga orang lain. Dia tidak tahan dengan semua tekanan dari teman-temannya. Kemudian Kania minta aku untuk menemuinya. Dia ingin berbincang berdua saja denganku. Dalam sms saya menjawab, “waktu berjumpa denganmu adalah waktu yang aku tunggu-tunggu, tapi aku tidak cukup berani untuk datang sendirian. Ini memang kelemahanku. Maka bawalah seorang teman saja untuk menjadi saksi pertemuan kita, atau biarkan saya membawa seorang teman.”

Saat berjumpa, Kania mencium tanganku dan langsung menangis, dengan tangisan yang membuat hatiku merasa iba. Nurhamidah, kawannya yang dia adalah muridku juga, merengkuh bahu Kania yang menutupi wajahnya yang basah dengan air mata. Sejenak aku membiarkannya menangis. Lalu aku berkata,”Maafkan saya, karena telah membuatmu menangis!”

Lalu Kania mulai berkata, “Sayalah yang seharusnya minta maaf kepada Akang dan Teteh, istri akang, karena saya telah mengganggu keharmonisan hubungan Akang dan Teteh.”

“Dari mana kamu bisa mengatakan hal serupa itu? keharmosan mana yang telah terganggu? Hubungan saya dengan istri saya baik-baik saja. Dalam hal ini kamu tidak bersalah!”.

“Mohon maaf, karena saya tidak tahu diri, mencintai orang yang sudah punya istri!”

Aku membalas ucapannya, “Sayalah yang tidak tahu diri, karena walaupun sudah punya istri, masih saja mencintai gadis belia yang canti, baik hati dan lembut hatinya seprti dirimu ini.”

“Sekarang saya sudah tidak tahan dengan semua perkataan tman-teman kepada saya. Saya mohon maaf, tidak bisa meneruskan belajar kepada Akang, saya pamit hendak mengundurkan diri dari perhimpunan ini!” kata-kata itu disusul dengan air matanya yang berderai.

“yang saya ajarkan bukanlah kata-kata, melainkan latihan mental. Dengan adanya tekanan-tekanan mental ini, merupakan kesempatan bagimu untuk melatih dan mematangkan mental. Tenangkan dirimu, dan jangan terpengaruh dengan apa yang mereka katakan! Teruskanlah pendidikanmu!” Aku memberinya nasihat.

“keputusan saya untuk mndur, telah saya pikirkan matang-matang. Walau berat untuk melangkah, tapi harus saya lakukan. Apabila Akang tidak merestui kemunduran saya, tentu semakin beratlah langkah saya. Restuilah saya Kang! Izinkan saya untuk pergi! Mungkin ini adalah pertemuan yang terakhir kita, kemudian kita tidak akan berjumpa lagi untuk selama-lamanya.” Kata-kata Kania semakin menyedihkan hati.

Sungguh saya merasa kasihan terhadap Kania yang mengalami penderitaan hati yang berat. Maka saya berkata, “Jika memang itu sudah bulat menjadi keputusanmu, maka tidak ada pilihan lain bagi saya, kecuali merestuimu. Tapi jangan bilang bahwa ini adalah perjumpaan terakhir, katakanlah semoga kelak kita dapat berjumpa lagi dalam waktu dan tempat yang tepat!”

Setelah mencium tanganku, Kania yang matanya masih sembab dengan air mata pergi meninggalkan aku yang duduk sendiri dibawah pohon rindang. Nurhamidah mengikuti langkah Kania untuk mengantarkan dia pulang ke rumah orang tuanya. Aku pun mengantar mereka dengan pandangan mataku sampai mereka tak tampak lagi.

---

Dua tahun berlalu. Tiada terdengar lagi kabar berita tentang Kania. Ia tinggalah kenangan yang indah dalam khayalku.

Tiba-tiba suatu hari, ketika aku bekerja di kantor, satpam melaporkan bahwa ada tamu datang untukku. Kulihat dari balik jendela, aku terkejut bahwa orang yang datang itu adalah Tubagus, mantan muridku yang dulu menjadi penebar isu. Setelah kepergian Kania, Tubaguspun hengkang dari perhimpunan. Tapi kenapa kini dia mencariku?

Aku menghampirinya,”Assalamu`alaikum! Wah,.. bagaimana kabarnya nih?” demikian tanya saya dengan wajah yang riang.

“Baik, Kang!” Tubagus membalas senyuman, dan ia mencium tanganku. Hal kedua yang juga mengagetkan. Bukannya dia sudah tidak mau mencium tanganku wktu dulu itu?

“Maaf saya menganggu pekerjaan Akang. Tapi, berhubung saya ingin sekali berjumpa, saya nyusul ke sini. Saya ingin berkonsultasi. Tapi kalau Akang sibuk, nanti saya cari waku luangnya Akang.” Demikian kata Tubagus.

“Sebenarnya, kamu ada masalah apa? Ceritakanlah ringkasannya saja di sini!” tanya saya.

Ketika Tubagus menceitakan masalahnya, saya terkejut dan mengucap istighfar berkali-kali.
Dia menceritakan bahwa kini dia dirundung masalah yang sangat berat untuk dihadapinya. Dia telah menghamili seorang gadis di luar nikah. Kini memang dia sudah menikah. Tapi bahtera rumah tangganya seakan terkena badai, penuh dilemma dan rasa frustasi.

“Terutama saya datang ke sini, untuk meminta maaf! Saya khawatir, beratnya cobaan yang saya alami sekarang, karena saya kuwalat sama Akang!”

Saya berkata, “Jangan berucap seperti itu! saya selalu mengharapkan hal terbaik bagi murid-murid saya. Apa yang kamu alami sekarang adalah kemungkinan akibat dosa perbuatan zina, maka bertobatlah!”.

Bersambung …..
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 15
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Perselingkuhanku Dengan Seorang Gadis bernama Kania
« Jawab #2 pada: September 24, 2012, 03:11:42 PM »
sambungan ceritanya kok belum muncul ya......
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9274
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 354
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Perselingkuhanku Dengan Seorang Gadis bernama Kania
« Jawab #3 pada: September 24, 2012, 08:08:45 PM »
kirain lom ada yang nyimak cerita ini. ntar lah, kalo lagi nyantai dan ada mud, ceritanya disambung lagi.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 15
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Perselingkuhanku Dengan Seorang Gadis bernama Kania
« Jawab #4 pada: September 25, 2012, 10:50:32 AM »
 ye...pegimane sih Bang, kita-kita dah nunggu lama banget dibilang kaga' nyimak, oalah. Trus nyang laen-laen entu sambungan juga dinanti dimari nih bang...
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9274
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 354
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Perselingkuhanku Dengan Seorang Gadis bernama Kania
« Jawab #5 pada: September 25, 2012, 01:52:55 PM »
sampai pada penggalan cerita tersebut, rasanya memang belum tuntas, masih ada kelanjutannya yang ingin saya ceritakan. tapi karena keterbatasan waktu, lalu saya tinggalkan. pas balik lagi, mud ceritanya dah hilang. gak tau dah, saya sering begitu.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline kang radi

  • Master
  • *
  • Tulisan: 1061
  • Thanked: 3 times
  • Total likes: 11
  • Jenis kelamin: Pria
  • Kemelekatan yang tak terasa
    • Lihat Profil
Re:Perselingkuhanku Dengan Seorang Gadis bernama Kania
« Jawab #6 pada: September 26, 2012, 10:31:08 AM »
SEMANGAT PAK BIAR MOOD NYA BALIK LAGI

mudah2an bisa dijadikan FTV hehehehe  ;D
 

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 15
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Perselingkuhanku Dengan Seorang Gadis bernama Kania
« Jawab #7 pada: September 26, 2012, 10:56:41 AM »
wah bisa dapet royalti tuh Kang..
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9274
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 354
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Perselingkuhanku Dengan Seorang Gadis bernama Kania
« Jawab #8 pada: September 26, 2012, 04:25:43 PM »
di kemudian hari, tak disangka ada dua orang yang datang ke rumah saya. mereka adalah suami istri. setelah berbicang, ternyata mereka adalah orang tua Kania, murid yang telah lama tiada kabar beritanya. katanya, mereka diminta oleh anaknya, Kania, untuk menemui saya, berhubung Kania saat itu sedang jatuh sakit. ingin berjumpa dengan saya.

saya mengikuti kedua orang tua itu ke rumahnya. benar saja. Kania sedang jauh sakit. disampingnya, ada seorang anak perempuan lucu dan cantik. dan ternyata itu anak Kania, sudah berumur 3 tahun.

saat berjumpa, Kania mencium tangan saya dan menangis. lalu ia menceritakan riwayat kesedihannya, dan bagaimana rumah tangganya yang baru seumur jagung di terpa banyak cobaan, sampai saat ini suaminya pergi entah kemana, lari bersama selingkuhannya,  meninggalkan dirinya.

saya mencoba menghiburnya. amatlah iba saya melhat keadaannya. tubuh yang dulu subur, kini seperti tinggal tulang terbungkus kulit. walaupn demikian, garis-garis kecantikannya masih terlihat.

bersambung ....

 (aduh... mud nya keburu abis. he..h.e.)
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 15
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Perselingkuhanku Dengan Seorang Gadis bernama Kania
« Jawab #9 pada: September 27, 2012, 10:51:20 AM »
^bagian di atas itu mungkin bisa menjadi lebih menarik lagi, jika diselingi dengan dialog-dialog, supaya suasana pertemuannya mengharu biru, khas Kang Asep seperti dalam cerpen Maharina dan Saraswati.
 

Offline kang radi

  • Master
  • *
  • Tulisan: 1061
  • Thanked: 3 times
  • Total likes: 11
  • Jenis kelamin: Pria
  • Kemelekatan yang tak terasa
    • Lihat Profil
Re:Perselingkuhanku Dengan Seorang Gadis bernama Kania
« Jawab #10 pada: September 27, 2012, 11:10:59 AM »
yach mood nya keburu habis, ISI lagi pak mood nya nih tuker tambah dengan mood adie.

Kalau bisa, ada adegan flashback nya pak biar alur nya maju mundur maju ^_^
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
41 Jawaban
8246 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 23, 2015, 10:12:58 PM
oleh Monox D. I-Fly
0 Jawaban
1126 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 06, 2013, 04:52:40 AM
oleh Kang Asep
Gadis Penebar Bunga

Dimulai oleh kang radi « 1 2 » Cerpen

18 Jawaban
2746 Dilihat
Tulisan terakhir April 04, 2014, 09:13:11 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
546 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 04, 2014, 10:01:20 AM
oleh Asep
0 Jawaban
536 Dilihat
Tulisan terakhir September 01, 2014, 12:46:24 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
475 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 21, 2015, 09:37:32 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
367 Dilihat
Tulisan terakhir September 12, 2015, 02:29:50 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
331 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 09, 2015, 06:46:34 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
138 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 02, 2017, 06:40:59 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
83 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 11, 2017, 03:49:34 PM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan