Penulis Topik: Menanggung dosa orang lain  (Dibaca 920 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 15
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Menanggung dosa orang lain
« pada: Januari 16, 2016, 08:49:22 AM »

Menanggung dosa orang lain


Taryo pulang dari ladang dengan memikul dua ikat besar dedaunan untuk keperluan makan tiga ekor kambingnya.

Langkahnya terhenti, akibat pandangan matanya menangkap kerumunan banyak orang di depan rumah pak RW. Dia turunkan dua ikat dedaunan yang membebani pundaknya dan bergegas menuju tempat kerumunan, siapa tahu ada kendurian mendadak disana.

Tidak seperti apa yang dia pikirkan, kerumunan itu ternyata adalah warga desa yang tengah berdebatan dengan pak Rw, tampak pula pak Kepala kambung diantara keduanya. Ada apa gerangan?

Taryo mendesak maju, dan bertanya dengan rasa penuh ingin tahu," Ada apa ini!?"
"Kami mau bawa anak pak Rw ke kantor polisi!" jawab salah seorang warga yang tampak beringas.
"Tidak bisa!" sahut pak Rw. Kembali perdebatan terjadi, pak Kepala kampung tampak berdiri mematung, seperti bingung bagaimana cara melerai mereka, warga desanya.

"Sebentar dulu bapak-bapak, semuanya tenang dahulu, saya ingin tahu, apakah sebenarnya duduk permasalahanya?" kata Taryo. Lalu suasanapun bernar-benar menjadi tenang, heran juga, ada yang mau mendengar perkataan Taryo

Kemudian tiga orang warga mendekati Taryo bermaksud menyampaikan hajatnya.
"Begini yo, kami telah menangkap basah anak pak Rw tengah mencuri kambing saya ..." belum selesai bicara, warga yang lain bersahutan menimpali,
"Ayam saya juga yo! kemarin!"
"Pisang saya juga dicuri yo!"
"Tenang sodara-sodara, biar bapak ini selesai ngomong dulu, yang lain ngantri!" kata Taryo.

....
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9275
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 354
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Menanggung dosa orang lain
« Jawab #1 pada: Januari 16, 2016, 10:23:46 AM »
mas, coba bikin tagnya jangan sama dengan judul! tags itu kata kunci, yang kalo kita klik, semua artikel bersangkutan akan terkumpul. misalnya gunakan tags berikut :

taryo, dosa, ladang, kambing, polisi

gunakan tanda koma (,) untuk memisahkan tags.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Ziels

Re:Menanggung dosa orang lain
« Jawab #2 pada: Januari 30, 2016, 09:45:44 AM »
waduh, cerpen diatas terlewat olehku...

Nah sperti biasanya kang ratna, saya ikut ngantri lanjutannya. :)
 

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 15
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Menanggung dosa orang lain
« Jawab #3 pada: April 24, 2016, 07:46:58 AM »
mas, coba bikin tagnya jangan sama dengan judul! tags itu kata kunci, yang kalo kita klik, semua artikel bersangkutan akan terkumpul. misalnya gunakan tags berikut :

taryo, dosa, ladang, kambing, polisi

gunakan tanda koma (,) untuk memisahkan tags.

Iya Kang
 

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 15
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Menanggung dosa orang lain
« Jawab #4 pada: April 24, 2016, 07:47:27 AM »


"Baik yo, begitu anak pak Rw itu kami tangkap, lalu kami laporkan ke aparat kampung, dan kami bermaksud menggelandangnya ke kantor polisi, biar dapet hukuman dan kampung bisa kembali tentram, eh malah pak Rw gak terima, dan merebut anaknya dari kita, dengan alasan mengamankannya!"
Pak Rw hendak bicara, tapi Taryo menahannya, dan berkata," Siapa lagi dari bapak dan sodara semua yang bicara, dipersilahkan!"
"Anak itu tengil yo, suka ganggu anak perawan!"
"Suka malak juga yo!" seperti senapan mesin, gegap gempita suara massa berebut bicara.
"Tenang sodara! sekarang kita minta gantian pak Rw yang bicara," kata Taryo.

Merah padam rona muka pak Rw, mungkin karena sangat malu atau mungkin karena marah sangat akibat anaknya di hujat.

"Nah sekarang silahkan pak Rw ganti bicara," kata Taryo. Dengan agak terbata pak Rw kemudian bicara," Begini yo dan saudara semua, benar, saya memang mengamankan anak saya, karena yang namanya tuduhan tindak kriminal itu kan perlu keterangan, perlu bukti, apakah benar anak saya melakukannya, kemudian apa tujuannya, kalau benar ia mencuri tapi untuk tujuan yang baik kan itu perlu di musyawarahkannya dan tak perlu sampai ke pulisi ..." belum selesai pak Rw ngomong, warga berteriak ramai," Huuuuuuu...!" Akibatnya, Taryo teriak kembali, "tenang dulu sodara biar pak Rw selesai dahulu!"

"Jadi saya bermaksud supaya jelas masalahnya sehingga tidak terjadi kesalahfahaman, kemudian jika memang ada yang dirugikan dalam masalah ini saya bersedia mengganti kerugiannya, bahkan lebih, asal jangan sampai ke kantor polisi yo," sambung pak Rw.

Tapi begini pak Rw," kata Taryo, warga telah menangkap basah anak bapak, artinya ada banyak saksi, dan bukti kriminalnya pun ada, itu satu hal, hal yang lainya urusan terbukti melakukan atau tidaknya, itu tugas bapak pulisi pak."

"Benar itu Yo! kita bawa aja ke polisi!" Sahut ramai warga.

"Baik Yo, baik!" kata pak Rw yang tampak makin tegang dan gemetar, terus terang saya mohon kepadamu dan kepada bapak-bapak semua, jangan sampai anak saya masuk penjara Yo, tolong Yo, saya berjanji akan mengganti semuanya Yo, saya siap menanggungg dosa anak saya Yo," sambung pak Rw memelas

"Pak Rw, kejahatan itu tidak bisa ditebus, kecuali dengan hukuman, begitu pula dengan dosa, itu tidak bisa ditanggung oleh siapapun, kecuali dirinya sendiri," kata Taryo, disambut dengan sorak ramai, "betul itu Yo!"

"Kamu salah Yo," pak Rw coba mendebat, kabarnya orang-orang suci bisa menanggung dosa orang lain, seperti Sang Budha menanggung karma umatnya, Yesus menebus dosa umatnya, dan Nabi menanggung dosa umatnya, saat beliau bersabda di akhir hayatnya "umati, umati ...

"Wah saya gak tahu masalah orang suci itu pak Rw, yang saya tahu, orang salah jalan ya nyasar, orang kecebur got ya bau comberan, masak anak bapak yang kecebur got, lantas bapak yang nyasar? kan gak lucu pak!" Gini aja deh pak, sambung Taryo, pak Rw mau mengikuti kanjeng Nabi nggak?"

"Ya pasti maulah!" jawab pak Rw cepat
"Sumpah?!" tanya Taryo
"Ya iyalah, berani sumpah!!" jawab pak Rw mantab.
"Warga jadi saksi yaaa..?!" kata Taryo keras keras, lalu Yaaaaa....!" jawab warga serempak. "Nanti kalau pak Rw melanggar sumpahnya, kita gebukin rame-rame!" Setuju ?!" Setujuuuuuu....!" jawab warga, lagi-lagi serempak.

Serasa jantung mau copot dikala denger Taryo ngomong, sekarang badan pak Rw tambah gemeteran.

"Tolong, salah seorang ambilkan golok saya yang di iketan rumput, bawa kemari," kata Taryo. Tak menunggu lama, golok telah berada di tangan Taryo

"Untuk apa golok itu Yo?" tanya pak Rw dengan jantung berdebar tak keruan.
"Begini pak, tadi kan pak Rw sudah bersumpah mau mengikuti Kanjeng Nabi, nah Nabi pernah bersabda, seandainya putri Beliau Fatimah Azzahra kedapatan mencuri, maka Kanjeng Nabi sendiri yang akan potong tangan putrinya, bukannya tangan kanjeng Nabi sendiri. Nah sekarang anak pak Rw positip kedapatan nyolong, silahkan potong tangan anak bapak sendiri! ini goloknya," kata Taryo sambil mengulurkan golok ketangan pak Rw.
 Golok berpindah tangan, namun hanya sebentar, golok itu kemudi

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 15
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Menanggung dosa orang lain
« Jawab #5 pada: April 24, 2016, 09:05:35 AM »
an jatuh, akibat jari jari tangan pak Rw tak kuasa menggenggamnya...

Pada akhirnya pak Rw berkata," Baiklah Yo, sekarang terserah kamu saja, kalau memang kamu mau bawa anak saya ke polisi, bawa saja. Tapi satu permintaanku, jangan sampai anak saya babak belur digebukin.."

"Nah begitu kan enak pak, gak usah pakai ribut segala, ikhlasin saja, dasar anak bapak ini salah kok, kata Taryo. Baik saya terima permintaanya, tapi dengan dua syarat," lanjut Taryo

"Kok pakai syarat segala Yo?" kata pak Rw.
"Ya iyalah, situ ada permintaan, maka sini ada persyaratan."
"Baiklah, syaratnya apa Yo?"
"Syarat pertama, anak bapak harus nurut atau bahasa sekarang kooperatip, gimana?"
"Ok Yo, saya bisa menjamin anak saya akan nurut, terus yang kedua apa Yo?"
"Syarat yang kedua, pak Rw harus pikul dan bawa rumput saya, sampai didepan rumah saya, ingat cukup didepan rumah tak boleh masuk kerumah!" jawab Taryo.

Alamak! Ini syarat kedua berat amat, batin pak Rw, bisa jatuh harga diri ini, tapi apa mau dikata, daripada anak tercintanya babak belur.

"Terserah kamu sajalah Yo..," kata pak Rw lemas.

Lepas pak Rw berkata, warga ramai berteriak, hidup Taryo! hidup Taryo! lalu berebut cium tangan, sedangkan pak Kepala kampung terlihat cengok melongo saja, menyaksikan warganya tampak menggila, ah paling kali ini saja, batinnya.
 
The following users thanked this post: Ziels

Tags: taryo dosa kambing polisi 
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
1 Jawaban
2081 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 30, 2013, 05:18:07 PM
oleh Sandy_dkk
2 Jawaban
947 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 16, 2013, 04:06:50 PM
oleh Awal Dj
0 Jawaban
720 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 17, 2013, 10:44:55 AM
oleh Kang Asep
8 Jawaban
2230 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 20, 2016, 12:08:20 AM
oleh Monox D. I-Fly
2 Jawaban
1126 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 05, 2015, 03:00:58 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
389 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 20, 2015, 10:28:58 AM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
840 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 15, 2016, 04:07:23 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
236 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 14, 2016, 11:03:50 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
116 Dilihat
Tulisan terakhir September 18, 2016, 02:33:58 PM
oleh Kang hendri
0 Jawaban
112 Dilihat
Tulisan terakhir April 14, 2017, 04:13:04 AM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan