Penulis Topik: Lelaki Yang Sangat Pencemburu  (Dibaca 1771 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9458
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 472
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Lelaki Yang Sangat Pencemburu
« pada: September 08, 2013, 10:02:29 PM »
Selepas SMU dulu, Neng Dailah lekas-lekas menikah. Saya tidak sempat menghadiri acara pesta pernikahannya. Tapi pada saat dia melahirkan anak pertama, ketika anaknya baru berusi tiga bulan, saya menengknya. Saya tidak datang sendiri, melainkan bersama beberapa teman perempuan lain yang sekelas. Hanya saja, tidak ada laki-laki lain yang datang waktu itu, selain saya.

Ketika saya bersama kawan-kawan lain sedang mengagumi wajah lucu bayi mungil yang ditaruh diatas kasu kecil di dalam kamar Dailah, terlihat Neng Dailah gelisah. Sadar dengan kegelisahannya, saya bertana, mulai menyelidiki, apa gerangan yang menjdi sumber kegelisahannya,”Dailah, kemana suamimu/”

“Euh.. suami saya sedang jalan. Dia sopir angkot.” Jawabnya.

“Bagaimana, apa suamimua baik padamu?” tanya saya.

“Ya. dia baik. Tapi dia itu sangat pencemburu. Saya khawatir, kalau dia datang, trus melihat kamu ada di dalam kamarku ini, dia akan menjdi marah dan cemburu.”

Rupanya itulah yang menjadi sumber kegelisahan Neng Dailah. Sayapun segera minta maaf dan pamit pulang, “Oh… kalau begitu saya mohon maaf. Saya tidak tahu kalau suamimu pencemburu. Dan maaf saya telah lancang masuk ke kemar ini. Saya gak lama kok, senang bisa melihat anakmu.”

Sebenarnya saya masuk kamar karena mengikuti kawan-kawan yang lain masuk ke dalam kamar itu. Dan Dailah telah mempersilahkan. Tapi rupanya Dailah tak suka saya berlama-lama ada di kamar itu.

“Maaf ya Sep! saya jadi gak enak. Saya bukannya mengusir..” Neng Dailah tampak gusar.

“O ya… gak apa-apa. Gak masalah. Sayalah yang harus minta maaf! Terima kasih ya … maaf, tadi saya tidak memberi kado apapun untuk anakmu. Tadi saya tidak berencana kemari, mendadak. Ini ketemu kawan-kawan yang lain, tiba-tiba ngajak ke sini.” Kata saya.

“Ah, gak usah repot mikirin kado segala!” sementara tangan Dailah mulai agak mendurong pinggang saya. Saya mengerti dia ingin saya segera keluar kamar.

=========================== 

Tiga tahun kemudian, saya berjumpa dengan Ibundanya Neng Dailah. Saya menanyakan keadaan putrinya itu. ditanya tentang putrinya, sang Ibu malah berlinangan air mata. “Lha .. kenapa menangis bu?”

“Malang benar nasib anakkku itu Sep.  Suaminya pergi dan tak pulang-pulang hingga sekarang.” Kata Ibunya Dailah.

“sejak kapan?” tanya saya.

“Sejak anak ini “ si ibu sambil mengusap anak kecil yang digendongnya, “ berusia tiga bulan.”

Saya terkejut mendengarnya. Kalau suami Dailah menghilang sejak anaknya berusia tiga bulan, berarti kejadiannya setelah saya menengok Dailah waktu itu.

“Memangnya kenapa suami Dailah itu gak mau pulang-pulang, Bu?” tanya saya penasaran.

“Ya itulah, gak tau. Gak ada hujan, gak ada angin, gak ada pertengkaran, tanpa alasan dia pergi tanpa permisi.”

“Kenapa gak di cari ke rumah orang tuanya saja?”

“Susah, dia itu orang perantauan. Kabarnya dia tinggal di lampung. Kami mencoba menghubungi keluarganya, tidak bisa dikontak. Sudah kirim surat via pos, juga gak ada balasan. Kalau pergi sendiri ke sana, tak ada biaya. Lagi pula, untuk apa mengejar-ngejar lelaki yang memang sudah tidak mau pulang ke rumah istrinya.” Kata si ibu, matanya berkaca-kaca. 

Terdorong oleh rasa penasaran, saya mencoba menemui Anita, kawan yang bersama saya menengok Dailah waktu itu. dengan tampak agak berat dan ragu, Anita berkata, “Kabarnya sih Sep, waktu kita dulu ke sana, suami Dailah mendengar ada kawan laki-laki yang menengok anaknya, masuk ke dalam kamar Dailah. Ya mungkin kamu orangnya, Sep. entahlah dia itu tahu dari siapa, Cuma tiba-tiba dia berkata dengan marah kepada Dailah `Siapa yang mengizinkan lelaki lain masuk kamar kita?` Dailah sudah minta maaf, tapi suaminya langsung pergi begitu saja. Dan sejak saat itu tidak pulang-pulang.”

Terpukul rasanya hati saya. Tidak menyangka, kok ada lelaki yang terlalu pencemburu seperti itu. saya tidak ada niat apa-apa, kecuali menengok bayi itu saja. Itupun tidak sendirian, tapi ditemani oleh lima orang kawan perempuan.

Bagaimanapun saya membela diri, tetap saja saya merasa bersalah kepada Neng Dailah, tapi tidak mengetahui bagaimana caranya saya menebus kesalahan itu. Seandainya saya masih sendiri, saya ingin sekali membalut luka hati Dailah dengan menjadikan diri saya sebagai pendamping hidup yang menyayanginya dengan tulus, tanpa cemburu buta yang menyiksa. Tapi tidak lah mungkin. Soalnya, sewaktu SMU dulu, saya pernah menawarkan cinta, ingin menjadikan Neng Dailah pacarku, tapi dia menolak. Katanya, dia hanya ingin bersahabat dengan saya. Dulu tak cinta, mungkin sekarang juga begitu. Lagi pula, kabar kemalangan Neng Dailah itu saya dengar,  saya sudah tak sendiri lagi. Telah setahun saya menikah, dan istri saya sedang mengandung anak pertama. 
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Sandy_dkk

Re:Lelaki Yang Sangat Pencemburu
« Jawab #1 pada: September 08, 2013, 11:19:58 PM »
sungguh sangat tidak terduga reaksi sang suami sampai sebegitunya!

banyak orang berkata bahwa cemburu muncul dari cinta. dan disini, ternyata cemburu pula yang memusnahkan cinta.

cemburu dan cinta memang bagaikan bara dan arang. bara muncul dari arang, dan bara pula yang memusnahkan arang menjadi abu!
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9458
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 472
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Lelaki Yang Sangat Pencemburu
« Jawab #2 pada: September 09, 2013, 05:14:22 AM »
sampai sekarang, kalau saya ketemu dengan Neng Dailah, rasanya gimana gitu ... ada penyesalan, rasa bersalah, dan rasa ingin berusaha untuk membayar kesalahanku. walaupun sebenarnya sih, tiada seorangpun yang menyalahkan saya. tapi mungkin Neng Dailah dalam hatinya berpikir, "Seandainya saja dulu Asep tidak masuk ke kamar, tentu saat ini anakku hidup gembira karena bisa seperti anak-anak lainnya, ada seorang ayah yang menyayanginya." 
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 20
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Lelaki Yang Sangat Pencemburu
« Jawab #3 pada: September 09, 2013, 07:15:37 AM »
sungguh sangat tidak terduga reaksi sang suami sampai sebegitunya!

banyak orang berkata bahwa cemburu muncul dari cinta. dan disini, ternyata cemburu pula yang memusnahkan cinta.

cemburu dan cinta memang bagaikan bara dan arang. bara muncul dari arang, dan bara pula yang memusnahkan arang menjadi abu!

Perumpamaan yang tepat dan mengena terhadap apa yang dinamakan dengan cemburu buta didalam cerita diatas.

Semestinya cemburu yang timbul atas nama cinta itu, menuntut pelakunya untuk berbuat lebih. Supaya yang dicemburui itu tidak mengikis apa yang telah didapatkan sebelumnya.
 

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 20
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Lelaki Yang Sangat Pencemburu
« Jawab #4 pada: September 09, 2013, 07:28:25 AM »
sampai sekarang, kalau saya ketemu dengan Neng Dailah, rasanya gimana gitu ... ada penyesalan, rasa bersalah, dan rasa ingin berusaha untuk membayar kesalahanku. walaupun sebenarnya sih, tiada seorangpun yang menyalahkan saya. tapi mungkin Neng Dailah dalam hatinya berpikir, "Seandainya saja dulu Asep tidak masuk ke kamar, tentu saat ini anakku hidup gembira karena bisa seperti anak-anak lainnya, ada seorang ayah yang menyayanginya."

Berikut adalah hadits dari Ibnu Abbas ra :


عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِلْعَبَّاسِ بْنِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ يَا عَبَّاسُ يَا عَمَّاهْ أَلاَ أُعْطِيْكَ أَلاَ أُمْنِحُكَ أَلاَ أُحِبُّوْكَ أَلاَ أَفْعَلُ بِكَ عَشْرَ خِصَالٍ إِذَا أَنْتَ فَعَلْتَ ذَلِكَ غَفَرَ اللهُ لَكَ ذَنْبَكَ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ قَدِيْمَهُ وَحَدِيْثَهُ خَطْأَهُ وَعَمْدَهُ صَغِيْرَهُ وَكَبِيْرَهُ سِرَّهُ وَعَلاَنِيَّتَهُ عَشَرَ خِصَالٍ أَنْ تُصَلِّيَ أَرْبَعَ رَكْعَاتٍ تَقْرَأُ فِيْ كُلِّ رَكْعَةٍ فَاتِحَةَ الْكِتَابِ وِسُوْرَةً فَإِذَا فَرَغْتَ مِنْ الْقُرْاءَةِ فِيْ أَوَّلِ رَكْعَةٍ وَأَنْتَ قَائِمٌ قُلْتَ سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ خَمْسَ عَشَرَةَ مَرَّةً ثُمَّ تَرْكَعُ فَتَقُوْلُهَا وَأَنْتَ رَاكِعٌ عَشَرًا ثُمَّ تَرْفَعُ رَأْسَكَ مِنَ الرُّكُوْعِ فَتَقُوْلُهَا عَشْرًا ثُمَّ تّهْوِيْ سَاجِدًا فَتَقُوْلُهَا وَأَنْتَ سَاجِدٌ عَشْرًا ثُمَّ تَرْفَعُ رَأْسَكَ مِنَ السُّجُوْدِ فَتَقُوْلُهَا عَشْرًا ثُمَّ تَسْجُدُ فَتَقُوْلُهَا عَشْرًا ثُمَّ تَرْفَعُ رَأْسَكَ فَتَقُوْلُهَا عَشْرًا فَذَلِكَ خَمْسٌ وَسَبْعُوْنَ فِيْ كُلِّ رَكْعَةٍ تَفْعَلُ ذَلِكَ فِيْ أَرْبَعِ رَكْعَاتٍ إِنْ اسْتَطَعْتَ أَنْ تُصَلِّيَهَا فِيْ كُلِّ يَوْمٍ مَرَّةً فَافْعَلْ فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَفِيْ كُلِّ جُمْعَةٍ مَرَّةً فَإِنْ لََمْ تَفْعَلْ فَفِيْ كُلِّ شَهْرٍ مَرَّةً فَإِنْ لَمْ تَفْعَلُ فَفِيْ كُلِّ سَنَةِ مَرَّةً فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَفِيْ عُمْرِكَ مَرَّةً

Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda kepada Abbas bin Abdil Muththalib :”Wahai Abbas, wahai pamanku, maukah engkau jika aku memberimu ? Maukah engkau jika aku menyantunimu? Maukah engkau jika aku menghadiahkanmu? Maukah engkau jika aku berbuat sesuatu terhadapmu? Ada sepuluh kriteria, yang jika engkau mengerjakan hal tersebut, maka Allah akan memberikan ampunan kepadamu atas dosa-dosamu, yang pertama dan yang paling terakhir, yang sudah lama maupun yang baru, tidak sengaja maupun yang disengaja, kecil maupun besar, sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan. Sepuluh kriteria itu adalah : Hendaklah engkau mengerjakan shalat empat rakaat ; yang pada setiap rakaat engkau membaca surat al-Fatihah dan satu surat lainnya. Dan jika engkau sudah selesai membaca di rakaat pertama sedang engkau masih dalam keadaan berdiri, hendaklah engkau mengucapkan : (سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ ) subhanallah, walhamdulillah, walailaha illallah, wallahu akbar (Mahasuci Allah, segala puji bagi Allah, tidak ada Ilah (yang haq) selain Allah, dan Allah Maha Besar) sebanyak lima belas kali. Kemudian ruku, lalu egkau membacanya sepuluh kali sedang engkau dalam keadaan ruku. Lalu mengangkat kepalamu dari ruku seraya mengucapkannya sepuluh kali. Selanjutnya, turun bersujud, lalu membacanya sepuluh kali ketika dalam keadaan sujud. Setelah itu, mengangkat kepalamu dari sujud seraya mengucapkannya sepuluh kali. Kemudian bersujud lagi dan mengucapkannnya sepuluh kali. Selanjutnya, mengangkat kepalamu seraya mengucapkannya sepuluh kali. Demikian itulah tujuh puluh lima kali setiap rakaat. Dan engkau melakukan hal tersebut pada empat raka’at, jika engkau mampu mengerjakannya setiap hari satu kali, maka kerjakanlah. Dan jika engkau tidak bisa mengerjakannya setiap hari maka kerjakanlah setiap jum’at satu kali. Dan jika tidak bisa, maka kerjakanlah sekali setiap bulan. Dan jika tidak bisa, maka kerjakanlah satu kali setiap tahun. Dan jika tidak bisa juga, maka kerjakanlah satu kali selama hidupmu” Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Ibnu Majah.


Dari hadits diatas, (kalimat yang saya bold) menunjukkan adanya dosa yang disengaja maupun dosa yang tak sengaja.

Ada kemungkinan Kang Asep telah melakukan dosa yang tak disengaja, mengacu kepada hadits diatas. Bagaimana?
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9458
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 472
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Lelaki Yang Sangat Pencemburu
« Jawab #5 pada: September 09, 2013, 07:55:27 AM »
ya betul.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline kang radi

  • Master
  • *
  • Tulisan: 1062
  • Thanked: 3 times
  • Total likes: 13
  • Jenis kelamin: Pria
  • Kemelekatan yang tak terasa
    • Lihat Profil
Re:Lelaki Yang Sangat Pencemburu
« Jawab #6 pada: September 09, 2013, 10:26:15 AM »
itu mah udah tahap diatas level cemburu yaitu posesif,
posesif adalah sebuah sikap membatasi ruang gerak pasangan dan juga merasa bahwa pasangan adalah "miliknya" sendiri, mencintai pasangan terlalu berlebihan sehingga sehingga memiliki perasaan takut kehilangan (referensi http://www.gen22.net),
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
0 Jawaban
4417 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 11, 2012, 01:40:14 PM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
954 Dilihat
Tulisan terakhir November 15, 2015, 10:40:03 PM
oleh Monox D. I-Fly
0 Jawaban
616 Dilihat
Tulisan terakhir April 17, 2013, 03:11:16 PM
oleh Awal Dj
0 Jawaban
983 Dilihat
Tulisan terakhir April 30, 2013, 02:48:51 PM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
844 Dilihat
Tulisan terakhir April 30, 2013, 02:51:34 PM
oleh Abu Zahra
9 Jawaban
2194 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 29, 2017, 12:55:07 AM
oleh Ziels
0 Jawaban
1604 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 01, 2013, 02:53:30 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1071 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 16, 2013, 08:03:19 AM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
902 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 16, 2013, 08:43:00 AM
oleh Abu Zahra
2 Jawaban
1129 Dilihat
Tulisan terakhir September 05, 2013, 08:31:54 AM
oleh ratna

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan