Penulis Topik: Harlan Di Stasiun Jakarta Kota  (Dibaca 51 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9592
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 483
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Harlan Di Stasiun Jakarta Kota
« pada: April 28, 2018, 12:13:31 AM »
Edisi : 26 April 2018

Rumusan Masalah :
Secara ilmiah, tidak terbukti bahwa "dosa" merupakan sebab terjadinya bencana alam. Tapi berdasarkan keyakinan agama, dosa-dosa dapat menjadi sebab munculnya bencana dari langit dan bumi. Demikian pula, dengan tabiat, tampaknya tak ada hubungan antara sifat pemarah dan kesulitan mencari kerja.dalam ranah mistisisme, hubungan tersebut dipandang dapat terjadi.  kasusnnya tidak dapat diuji dengan metoda ilmiah..karena bila bisa, maka bukan lagi ranah mistik, tapi ranah ilmiah.
Ranah mistik ini berhubungan dengan "kewaspadaan batin" dan "kekuatan keyakinan". Sepeti dalam kasus " Harlan di Stasiun Jakarta Kota". Bahwa dalam kasus ini, saya mengidentifikasi perikeadaan Harlan dengan sesuatunyang sebenarnya irasional, yaitu identifikasi mental melalui kracht. namun kemudian coba diungkapkan dengan sesuatu yang rasional.

Tujuan :
1) mengetahui contoh kasus identifikasi mental secara mistis
2) mengetahui contoh karma masa lalu yang menjadi sebab orang sulit mencari kerja
3) membedakan ranah ilmiah, logika, rasionalitas dan mistik
=============

Seorang pria gelandangan terlihat mengais-ngais tempat sampah. Rupanya dia mencari makanan sisa untuk dimakan. Lalu dia terlihat menghampiri beberapa orang dan berbicara padanya, namun orang - orang itu menjauh. Kadang mereka menunjukan isyarat penolakan dengan tangannya.

Tibalah gelandangan ke tempat saya duduk. Dia duduk di samping saya. Saya menggeser tempat duduk untuk lebih dekat ke pria tersebut. Dan bertanya,"Dari mana, mau ke mana nih kang ?"

"Ini mas... Saya mencari kerja, sudah dua minggu keliling-keliling, tapi gak belum ada yang mau kasih kerjaan. Sedangkan istri saya dalam keadaan hamil besar, dia harus tinggal di emper-emper toko. Kasihan." kata Pria, yang kemudian memperkenalkan diri bernama Harlan tersebut.

Singkat cerita, persahabatan saya dengan Harlan terjalin. Dia selalu menunggu saya di Stasiun KRL Jakarta Kota. Suatu hari dia berkeluh,"Dosa apakah kiranya aku, sehingga aku dan istriku harus menjalani hidup susah begini ?"

Mendengar keluhan itu saya berkata,"Kang Harlan, kita berdua sama-sama menjalani hidup susah dan sama-sama berdosa. Tapi saya berharap kesabaran kesulitan ini sebagai cara untuk menebus dosa-dosa saya di masa lalu. Demikian juga kamu, kang. Bersabarlah !"

"Tapi ... Apakah dosa saya ? Siapa yang tahu ?" tanya Harlan.

"Saya tahu dosa-dosa saya, sehingga mengalami kesusahan seperti ini. Aoakah kang Harlan benar-benar tidak tahu dosa dan kesalahan yang pernah kang Harlan lakukan di masa lalu ?" tanya saya.

Harlan menggeleng kepala.

"Tidak kah kang Harlan pernah menyakiti orang tua ?" tanya saya.

"Tidak ..." Jawab ,"tapi kami pernah menyakiti mertua saya. Tapi mertua saya itu seorang kristen."

"Memangnya kalau mertua kristen boleh kamu sakiti gitu kang ? Dan kamu tidak akan berdosa bila menyakiti mereka ?" tanya saya.

"soalnya mereka tidak merestui kami menikah. Putrinya mencintai saya. Dan saya bilang, kalau mau menikah denga saya, harus masuk Islam. Lalu istri saya masuk Islam dan menikah tanpa restu mereka. Dan mereka tidak mau menerima kami lagi." Harlan mengisahkan.

"Tidak kah kang Harlan merasa bahwa Kang Harlan mudah marah, mudah emosi dalam mensikapi segala sesuatu ?" tanya saya.

"Ya benar. Saya seperti itu." jawab dia.

"Apakah orang lain sering menyebut Kang Harlan keras kepala atau angkuh ?" tanya saya lagi.

"Ya sering. Tapi saya tidak merasa begitu." jawab Harlan.

"Apakah pendidikan Kang Harlan lebih tinggi dari orang tuanya ?" tanya saya lagi.

"Benar".

" Pernahkah terbetik dalam batin kang Harlan, bahwa mereka, orang tua kang Harlan itu bodoh ?" tanya saya.

"Iya.. Kadang terpikir seperti itu, tapi gak pernah saya omongkan." jawab Harlan.

"Mohon maaf, semua yang tadi dikatakan, menyakiti mertua, mudah memarahi orang, dan bersikap so pintar terhadap orang tua, itlah dosa-dosa yang menjadikan jalan kehidupan kang Harlan menjadi susah seperti ini, sulit cari kerja." kata saya.

"O gitu... Saya gak yakin. Tapi sekarang saya harus bagaimana ?" tanya Harlan.

Saya jawab,

"tak ada yang bisa dilakukan dengan masa lalu. Tapi ubahlah perangai. Jangan mudah marah, jangan terlihat citra kekerasan dan keangkuhan di wajah. Sesungguhnya orangn yang keras, wajahnya menunjukan kekerasan. Karena itu, lembutkan hati, lembutkan tutur kata, rendahkan hati, agar wajah terlihat lembut.  Dengan begitu, hanya dengan melihat wajahmu, orang akan tertarik untuk memberimu pekerjaan. Selalu merasa ingin menang, gak mau kalah, pemarah, suka dendam, bangga dengan kepandaian diri sendiri, itu yang membawa kang Harlan menjalani hidup menggelandang. Karena tabiat kang Harlan membuat kang Harlan seperti berada di tempat yang tinggi, sulit untuk digapai orang. Maka secara alami, mereka menjauhi kang Harlan. Jadi, karena saya merasa kasihan pada kang Harlan dan istrinya, maka saya katakan semua ini. Dan cobalah ubah perangai mu kang, bila dalam dua minggu anda tidak mendapat pekerjaan, maka analisa saya salah."

Sejak hari itu, Harlan tak terlihat lagi di stasiun Jakarta Kota. Saya khawatir dia tersinggung dengan ucapan saya kemarin. Tetapi setelah hampir dua minggu kemudian, Harlan muncul lagi di stasiun Jakarta Kota.

"Wah ke mana aja nih, lama gak kelihatan ?"saya menyapa.

" Maaf kang Asep, saya gak sempet ngasih kabar. Sekarang saya bekerja di toko Jam Tangan sudah semingguan. " jawab Harlan.

Alhamdulillah.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags:
 

Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
0 Jawaban
958 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 03, 2012, 09:58:50 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
845 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 03, 2012, 10:22:16 PM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
2671 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 19, 2013, 04:27:53 PM
oleh kang radi
7 Jawaban
4585 Dilihat
Tulisan terakhir November 03, 2015, 12:23:55 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
645 Dilihat
Tulisan terakhir April 16, 2013, 03:18:03 PM
oleh Awal Dj
2 Jawaban
1002 Dilihat
Tulisan terakhir April 26, 2013, 09:17:22 AM
oleh kang radi
6 Jawaban
1419 Dilihat
Tulisan terakhir April 26, 2014, 05:02:01 PM
oleh Asep
0 Jawaban
653 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 17, 2014, 06:36:51 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
136 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 07, 2017, 11:02:45 AM
oleh namsancourse
0 Jawaban
79 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 01, 2018, 01:34:02 PM
oleh pahlawanbertopengmu

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan