Penulis Topik: Dangdutan dan hari Kiamat  (Dibaca 835 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 22
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Dangdutan dan hari Kiamat
« pada: November 16, 2015, 09:53:48 PM »

Dangdutan dan hari Kiamat


Suatu sore Taryo diundang kendurian maulidan dalam rangka hajatan pernikahan esok harinya oleh tetangga kampungnya.

Senang hati Taryo dan senang pula hati istrinya. Tak perlu masak tapi dapet makanan enak.

Acara kendurian direncanakan ba'da sholat isya. Ketika waktunya telah tiba maka  Taryo pun berpamitan kepada istrinya dan berangkat memenuhi undangan.

Sampai ditempat berlangsungnya acara, Taryo mengucapkan salam sambil menyalami satu persatu orang-orang yang terlebih dahulu hadir. Tak lama kemudian, acara kendurian dimulai, karena para ustads telah lengkap dan sebagian besar yang di undang telah hadir.


Acara dimulai dengan tahlil lalu disambung dengan membaca barzanji oleh mereka yang bersuara merdu secara bergantian. Sebagian undangan tampak khusyu mendengarkan, tak terkecuali Taryo, bahkan matanya tampak berkaca-kaca mendengarkan sejarah kelahiran kanjeng Rosul yang digubah dalam bentuk syair yang indah itu.

Tahapan tahapan acara berlangsung secara lancar, hingga kemudian di akhiri dengan membaca do'a yang dipimpin oleh ustadz senior.

Setelah do'a penutup selesai dibacakan maka selesailah seluruh rangkaian acara kendurian maulidan dalam rangka hajatan pernikahan itu. Dan sekarang tibalah saatnya berbagai macam jenis makanan disajikan. Ada makanan ringan ada buah-buahan beserta nasi dan lauk pauknya yang dibungkus secara terpisah untuk dibawa pulang.
 

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 22
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Dangdutan dan hari Kiamat
« Jawab #1 pada: Desember 28, 2015, 09:53:41 AM »

Pada saat acara makan itu, ada seorang tamu undangan yang bertanya kepada tuan rumah, adakah hiburan pada acara hajatan esok hari, tuan rumah menjawab, ada hiburannya dangdutan.

Mendengar jawaban tuan rumah, Taryo tertegun. Ia mengurungkan niatnya untuk mengambil sepotong kue bolu.

"Beneran pak, hiburannya dangdutan?" tanya Taryo mencoba meyakinkan.
"Bener Yo," jawab tuan rumah.
"Dangdut yang mana pak?"
"Yang tempo hari main dirumah pak Rt," jawab tuan rumah.
"Kalau gitu saya permisi pulang pak," kata Taryo sembari berdiri lalu ngeloyor pergi.
"Loh nggak makan dulu, sama berkatnya nggak di bawa?" tuan rumah tampak bingung.
"Tidak terima kasih!" jawab Taryo yang telah melangkah pergi mencapai pintu.

Seorang yang biasa dipanggil ustadz yang berada di dekat pintu rumah menarik tangan Taryo untuk menahannya.
"Yo tidak baik kamu meninggalkan jamuan yang telah disajikan tuan rumah, mari kita makan dulu," kata Ustadz
"Maaf pak Ustadz, saya tidak akan makan atau membawa berkat, selagi hiburan besok adalah dangdutan yang tempo hari tampil dirumah pak Rt," jawab Taryo.
"Memang kenapa Yo?" tanya Ustadz heran yang diikuti tatapan keheranan jamaah kenduri yang hadir.   

"Pak Ustadz tanya saja sama orang-orang," jawab Taryo

Pak Ustads mengernyitkan dahi sedangkan Taryo melangkah pergi.

Tidak ada yang dapat menahannya. Dia pulang melewati jalan sunyi. Langkahnya ringan karena tidak ada tentengan di tangan.

Sampai di depan pintu rumahnya dia mengetuk, istr rinya membuka pintu dengan senyum berseri, ahai malam ini bisa makan enak tanpa masak, pikirnya. Akan tetapi demi melihat suaminya pulang tanpa buah tangan plus tampang berona kekecewaan, mendadak senyumnya lenyap, hilang entah kemana, berganti dengan kernyit tanda tanya ," ada apa pak, kok muka kusam gitu, macem dompet tanggung bulan, mana gak bawa berkat lagi? "Bapak di usir?"

"Enggak, bapak emang ogah bawa berkat, haram bu," jawab Taryo dengan kesal
"Haram bagaimana pak, masak sih berkat kendurian itu haram?" kata istrinya penuh tanda tanya
"Gimana ndak haram bu, besok tuh hiburan hajatannya itu dangdutan bu, yang sebelumnya main di rumah pak Rt."
"Oh itu toh alasannya, ya sudah terserah bapak aja dah." Habis berkata, dia beranjak menuju dapur. Nyalain kompor lalu memasak. Emang dasar belum rejeki.

Malam hari, gelaran pesta pernikahan itu amat ramai. Pertunjukan dangdutan meny edot perhatian banyak orang. Apalagi biduan-biduannya amatlah semlohai, semox montox nan aduhai.

Penonton dibuat bergoyang tak keruan. Atmosfir makin panas tatkala biduan meliuk tajam, memperlihatkan beberapa tikungan, yang ada di tubuhnya. Riuh rendah orang bersorak seraya mengikuti goyangan sang biduan. Berjamaah mabuk kepayang. Secara aroma minuman keras menyebar memenuhi udara. Tidak besar tidak kecil, tidak dewasa tidak bocah kecil, mereka berebut menghirupnya.

Tapi tidak lama, tiba-tiba terjadi keributan, kekacauan, sehingga musik berhenti.
 

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 22
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Dangdutan dan hari Kiamat
« Jawab #2 pada: Desember 28, 2015, 09:00:55 PM »
Kekacauan yang disebabkan oleh pengacau. Yang datang tiba-tiba dan membalikkan  meja. Meja yang tertimbun diatasnya berbotol minuman keras. Sehingga tumpah ruah mengalir memenuhi sebagian halaman. Tatkala puntung rokok melejit akibat dijentik, maka berkobarlah api. Suasana menjadi chaos. Beberapa orang berusaha menangkap si pengacau, tapi nihil, si pengacau licin laksana belut. Sebagian yang mengetahui identitas si pengacau segera tahu apa yang musti dilakukan.

Kini si pengacau melompat ke panggung sembari tangannya menyambar sarung yang menggantung di leher pemuda tanggung. Biduan sock sehingga tampak bingung atau linglung.

Segera si pengacau mendekati biduan dengan sarung yang ada di tangan. Secepat kilat sarung ditangan pengacau berpindah tempat. Kini sarung telah membungkus tubuh biduan, yang sebelumnya hanya tertutup beha dan celana dalam. Tubuh satu biduan seksi telah tertutupi, sekarang pengacau melirik mencari sasaran lagi. Tapi belum sempat kesempatan ia dapat, sebuah teriakan menggelegar membahana, Taryoo ...!!!!!
 

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 22
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Dangdutan dan hari Kiamat
« Jawab #3 pada: Desember 29, 2015, 07:23:05 AM »

Oh rupanya si pengacau hiburan musik dangdut itu tak lain dan tak bukan adalah si Taryo.

Kemudian demi mendengar suara yang sangat di kenalnya itu, berhentilah ia dari aksi gerakan selanjutnya. Lalu golengkan kepala, tengok asal suara. Tidak terlalu jauh, tampak olehnya mertuanya tolak pinggang melotot kearahnya.

"Sini kamu!" teriak mertuanya. Seperti kerbau dicocok batang hidungnya,  Taryo berjalan lemas menuju mertuanya.

"Hei apa maksudnya bikin kekacauan model beginian?" tanya mertuanya.
"Nahi munkar pak," jawab Taryo perlahan. Lalu di ikuti suara, " huuuuu...!!!!!.." dan sorakan dari banyak orang. 

"Diam!!!" kembali Mertua Taryo berteriak, sekejab suasana hening sunyi sepi mencekam.
"Taryo, apa itu nahi - nahian, munkar-munkaran. Kalau memang maksiat, ya laporkan saja sama aparat!"
"Tapi birokrasinya kepanjangan pak, keburu pertunjukan usai," dalih Taryo.
"Tapi tetap saja tak boleh main hakim sendiri, bisa berantakan negara punya aturan."
"Mereka yang mulai bikin berantakan pak."
"Iya, makanya aku bilang laporkan, itu taat aturan namanya. Kalau ini orang-orang bikin berantakan terjang aturan, kamu jangan juga balas yang serupa, gak ada bedanya itu namanya."
"Tapi mereka menyebarkan maksiyat pak, merusak akhlak, mereka harus dikasih pelajaran pak, dibubarkan."

"Ngeyel amat sih kamu dibilanginya! Kamu mau kasih pelajaran? pelajaran apaan? yang ada kamu malah mampus di gebugin orang-orang!"

"Terus gimana pak, apa pertunjukan maksiyat itu di biarkan begitu saja?"
"Biarkan!" jawab mertuanya mantab
"Tapi pak ...?"
"Biarkan kataku!"
"Kalau dibiarkan, apa tidak berarti setuju kemaksiatan merajalela." tanya Taryo yang tampak bingung
"Biarkan saja maksiyat merajalela," kata mertuanya enteng.

"Berarti bapak sama dong dengan mereka?"
"Apa katamu yo! berani betul kau ngomong begitu! aku suruh biarkan, karena aku ada alasan!"
"Alasanya apa pak?"

"Kamu mau tau alasanya, baik sekarang ikuti aku!" kata mertua Taryo
 

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 22
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Dangdutan dan hari Kiamat
« Jawab #4 pada: Desember 29, 2015, 12:30:34 PM »
Mertua dan menantu itu pun melangkah pergi, diikuti pandangan kekesalan banyak orang

Taryo berjalan di belakang mertuanya. Langkah kakinya tidak bersuara, seperti berjingkat. Mereka terus menyusuri jalanan kampung menuju pinggir kampung, menembus kepekatan gelapnya malam.

Tidak ada penerangan kecuali belahan kecil bulan dilangit malam. Dan tidak ada suara keributan kecuali nyanyian jengkerik dan belalang malam

Dalam benak Taryo penuh tanda tanya, gerangan apakah yang hendak di tunjukkan oleh mertuanya?

Mereka sudah meninggalkan pinggiran kampung, dan berada dijalanan dibawah kerimbunan pepohonan tepi hutan. Namun Taryo belum dapat menerka akan kemanakah mertuanya membawanya?

Lalu mereka berbelok ke arah area persawahan, dimana di tengahnya terdapat pohon-pohon tua tegak menjulang, seperti kerumunan raksasa


Bukankah itu area kuburan? batin Taryo. Ya benar itu daerah pekuburan, lalu mengapa bapak mengajakku ke kuburan?
 

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 22
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Dangdutan dan hari Kiamat
« Jawab #5 pada: Desember 29, 2015, 08:06:11 PM »

Tak butuh waktu lama, sampailah mereka ke lingkungan pekuburan, sehingga masuk kedalamnya. Tampak samar-samar gundukan-gundukan tanah berikut batu nisan bertebaran dimana-mana.

"Sekarang kamu lihat, ada banyak orang mati yang dikubur disini," kata mertua Taryo membuka pembicaraan.

"Benar pak," kata Taryo
"Kira-kira sudah sejak kapan mereka ini mati yo?" tanya mertua Taryo.
"Ada yang baru mati, ada pula yang sudah puluhan atau ratusan tahun mati." jawab Taryo, sambil mengernyitkan dahi, bermaksud menduga apa sebetulnya maksud inti dari pertanyaan bapak mertuanya.

"Adakah dari mereka yang sudah mati itu mendapat siksa kubur yo?"
"Kemungkinan besar iya pak."

"Sejak kapan mereka dapet siksa yo?"
"Ya sejak mereka dikuburkanlah pak."
"Lalu kapan berhentinya?"
"Ya nunggu hari kiamat pak," jawab Taryo mulai merasa jengah, oleh karena dari tadi ditanya melulu. Dan gak dikasih kesempatan untuk ganti bertanya.


"Nah, sekarang dengerkan baik-baik yo ... , bayangkan mereka yang mati itu mendapatkan siksa yang terus menerus, bertahun-tahun, berpuluh-puluh tahun, bahkan ratusan tahun. Mereka telah menunggu begitu lamanya akan kepastian  datangnya hari kiamat, supaya waktu nunggu dan siksanya cepat usai"

"Iya pak, sungguh kasihan sekali mereka, oleh karena menunggu begitu lamanya kiamat datang, tapi apa maksudnya pak, apa hubungannya dengan tindakan saya membubarkan dangdutan tadi ...?" tanya Taryo heran


"Maksudnya, kalau kemungkaran dan kemaksiatan tidak segera merajalela, maka sampai kapan lagi mereka harus menunggu datangnya hari kiamat, jadi biarkan saja itu dangdutan menebarkan mungkar dan maksiat, biar kiamat segera datang!"

"Allohu Akbarr..!!!" teriak Taryo bertakbir, lalu tepok jidat sekeras-kerasnya, kemudian terduduk lemas disamping nisan. Sudah capek jalan sejauh-jauhnya, ternyata itu toh maksyudnya, ya ampuun ... kata Taryo sambil goleng-golengkan kepala, kirain mah ada rahasia apa ...

Sedangkan di sebelahnya, bapak mertuanya, tertawa gelak-gelak sambil berkata, " Nah, itu dia rahasia maksud saya, sekarang kau sudah mengerti bukan?"
 

 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
11 Jawaban
4596 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 14, 2012, 03:41:26 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
2804 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 20, 2013, 03:12:40 PM
oleh Awal Dj
1 Jawaban
1330 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 12, 2013, 11:41:22 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1086 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 21, 2013, 12:02:45 PM
oleh Awal Dj
0 Jawaban
904 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 29, 2013, 01:10:34 PM
oleh Awal Dj
2 Jawaban
2825 Dilihat
Tulisan terakhir April 19, 2013, 03:58:12 PM
oleh Awal Dj
1 Jawaban
1057 Dilihat
Tulisan terakhir April 01, 2016, 09:43:23 AM
oleh pendua
10 Jawaban
2809 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 13, 2015, 10:08:13 AM
oleh Kang Asep
3 Jawaban
419 Dilihat
Tulisan terakhir April 24, 2018, 08:49:29 PM
oleh Purnama
0 Jawaban
19 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 11, 2018, 09:57:35 AM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan