Penulis Topik: Antara Kiyan dan Mukhtar  (Dibaca 199 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9203
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 342
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Antara Kiyan dan Mukhtar
« pada: Maret 07, 2017, 05:16:37 PM »

Kategori : Kisah Islami
Edisi : 7 Maret 2017
Judul : Antara Kiyan dan Mukhtar
=================

Al Muktar dibujuk sahabatnya yagn bernama Kiyan,  untuk datang ke Istana Putih dan membela Hasan bin Ali yang teraniaya.

"Untuk apa kau datang kemari ? untuk menunjukan kesetiaanmu ataukah untuk menghinaku ?" al Mukhtar berang.

Kiyan berkata, "Aku datang untuk membangungkn singa Arab yang sedang tertidur. kamu adalah kebanggan bangsa Arab, Mukhtar. Aku ke sini untuk menggelorakan semangat dan harga dirimu."

"kau ingin aku melakukan apa ?" tanya Mukhtar.

"membela imam kamu. tidak panas imam kamu sendirian, sedangkan kamu di sini hanya memikirkan ladang dan tanamanmu saja." jawab Kiyan.

"lalu, .. apa saja yang kau lakukan selama ini ?" tanya Mukhtar.

Kiyan berkata, "kau membandingkan dirimu denganku. Kau adalah Mukhtar, putra Abu Ubaidah Tsaqafi. Putra penakluk Iran. orang Arab mana yang tak akan takdzim mendengar nama ayahmu ? Aku tidak bisa dibandingkan denganmu. Apa yang dapat kau harapkan dari orang Persia yang ras nya dianggap rendah dalam pandangan orang-orang Arab."

"Kau dapat menjadi seperti Salman Al Farisi." sanggah Mukhtar.  "kau seharusnya bisa menjadi seperti beliau di sisi cucuk Nabi mu."

"orang Arab sekarang berbeda dengan orang-orang Arab semasa zaman Nabi saw. " ujar Kiyan.

"Jika begitu jangan banyak berdalih. bagi orang Arab sekarang, nama Abu Ubaidah Tsaqafi berarti bencana.  yang lebih gagah dari dia adalah Ali, pemilik pedang Dzulfiqar. dan Penakul Khaibar. Tapi lihat, apa yang mereka lakukan kepada menantu Nabi tersebut ? Emas dan perak telah melenyapkan akal dan agama orang-orang Irak. orang-orang Kufah sekarng seperti orang-orang cacat tanpa daya yang tidak akan bergeming dengan ocehan orang sepertiku. Pergilah Kiyan !" Mukhtar tetap menolak untuk pergi ke Istana Putih di Madain. "Lebih baik aku menjadi petani di sini, dari pada menjadi jenderal yang tanpa prajurit."

"Mukhtar .. !"

"Kiyan.... persahabatan kita tetap teguh, tapi kita memilih jalan yang berbeda." tegas Mukhtar.

tetapi Kiyan tidak menerima hal itu. dia berkata, "Mukhtar, musuh yang membenci bagiku lebih baik dari pada sahabat yang berkhianat. Musuh hanya dapat menyakiti tubuh dengan panah atau belati. tetapi sahabat yang berkhianat akan menyakiti hati. Ketertindasan putra Ali lebih pedih dari pada pisau bedah ibnu Sanan. Aku datang untuk mengikat kembali tali persahabat kita, untuk mengobat luka iman kita. tapi sayang sekali .....," Kiyan sangat kecewa dengan penolakan Mukthar, lalu dia meninggalkan Muktar terpaku sendirian di tengah ladangnya.
« Edit Terakhir: Maret 07, 2017, 05:24:43 PM oleh Kang Asep »
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
3 Jawaban
1181 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 20, 2013, 11:03:06 PM
oleh Sandy_dkk
2 Jawaban
5730 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 31, 2013, 02:39:36 PM
oleh Kang Asep
2 Jawaban
1315 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 21, 2015, 02:55:08 PM
oleh kang radi
0 Jawaban
1284 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 22, 2014, 01:34:47 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
999 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 14, 2014, 12:18:00 AM
oleh Kang Asep
6 Jawaban
1095 Dilihat
Tulisan terakhir November 19, 2014, 01:48:14 PM
oleh Kang Asep
5 Jawaban
1073 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 10, 2015, 06:26:41 PM
oleh Monox D. I-Fly
0 Jawaban
398 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 12, 2015, 01:23:59 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
367 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 18, 2016, 05:14:46 PM
oleh Kang Asep
10 Jawaban
739 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 18, 2016, 07:11:16 PM
oleh Ziels

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan