Penulis Topik: Zen : Kesederhanaan Yang Sulit Dipahami  (Dibaca 151 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Sultan

  • Sang Pengembara Yang Mencari Kepingan - Kepingan Pecahan Cermin Kebenaran Yang Berserakan Di Segala Penjuru Alam Semesta
  • Sahabat
  • ***
  • Tulisan: 203
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 27
  • Jenis kelamin: Pria
  • Spiritualitas dan Kebatinan
    • Lihat Profil
Zen : Kesederhanaan Yang Sulit Dipahami
« pada: September 18, 2016, 03:33:52 AM »
Kutip dari:
Koan yang bersifat paradoksal :

*Kapan Pohon Pohon Mencapai KeBuddhaan* ??

Ketika seorang Guru Zen beserta seorang muridnya melintas di suatu hutan, sang murid bertanya

Murid : Guru, apakah pohon pohon memiliki benih Buddha??

Guru : Tentu saja ada ..

Murid : Kalau begitu kapan pohon pohon mencapai KeBuddhaan ??

Guru : Ketika langit mulai runtuh..

Murid : Kapan langit mulai runtuh ??

Guru : Ketika pohon pohon telah mencapai KeBuddhaan..

Murid : ????

1. Jika pohon - pohon mencapai kebuddhaan ketika langit mulai runtuh, maka secara tersirat memiliki makna bahwa sebelum langit mulai runtuh pohon - pohon belum mencapai kebuddhaan.

2.Jika langit mulai runtuh ketika pohon - pohon telah mencapai kebuddhaan, maka secara tersirat memiliki makna bahwa sebelum pohon - pohon mencapai kebuddhaan langit belum mulai runtuh.

Tetapi sepertinya sifat paradoksal dari Koan tersebut nampaknya hanyalah ilusi dan pemukauan.

1.Pohon - pohon mencapai kebuddhaan ketika langit mulai runtuh.

2.Langit mulai runtuh ketika pohon - pohon telah mencapai kebuddhaan.

Sungguh agung sekali Koan ini.Sebenarnya tidak ada sifat paradoksal di dalam Koan tersebut.Sifat paradoksal tersebut seolah - olah nampak pada Koan tersebut hanya karena pikiran kita yang terlalu mengawang - awang dalam menganalisa serta menalar.Sehingga menimbulkan ilusi dan pemukauan.

Sebenarnya Koan ini bersifat sangat sederhana.Namun karena kesederhanaannya itulah yang mungkin membuat seseorang seringkali gagal dalam memahami Koan tersebut dan tersesat di dalam kebingungannya sendiri.Memang, terkadang ada sebuah kesederhanaan yang seringkali sulit dipahami karena saking sederhananya.

Maka dengan demikian, koan tersebut telah mengajarkan bahwa untuk memahami sesuatu selain mengandalkan kompleksitas seseorang juga harus mengandalkan simplisitas.Sesuatu yang sederhana jika mencoba untuk memahaminya dengan kompleksitas, maka akan membuat makna dari sesuatu tersebut menjadi kabur dan sulit untuk dipahami karena pikiran kita telah jauh tersesat.Hal itu berlaku juga untuk sebaliknya sesuatu yang kompleks jika dipahami dengan simplisitas, maka justru akan menjauhkan kita dari makna yang sebenarnya dari sesuatu tersebut karena makna dari sesuatu tersebut terlalu tinggi, sedangkan kita terlalu tinggi.

Oleh karena itu, secara lebih jauh saya ingin berkata bahwa untuk memahami Zen sangat diperlukan sebuah kesederhanaan.Karena menurut saya Zen juga merupakan sebuah bentuk kesederhanaan, yang karena saking sederhanya, seringkali membuat seseorang gagal untuk memahaminya.Zen sebenarnya sangat dekat.Namun jika kita menggunakan kompleksitas untuk memahaminya, maka secara otomatis kita telah menjauhkan diri kita sendiri dari Zen yang sebenarnya sangat dekat dengan kita.
Kebenaran itu ibarat cermin yang pecah berkeping - keping. Masing - masing kepingnya adalah kebenaran. Namun kepingan - kepingan pecahan cermin tersebut berserakan di segala tempat. Tugas kitalah untuk memungut kepingannya satu per satu kemudian menyusunnya agar menjadi cermin yang utuh.
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
2 Jawaban
2385 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 10, 2013, 09:27:55 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
861 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 24, 2013, 10:57:13 PM
oleh Kang Asep
11 Jawaban
4780 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 29, 2013, 05:16:32 PM
oleh tasikita
0 Jawaban
4545 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 22, 2013, 08:52:06 PM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
1319 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 30, 2015, 11:32:21 PM
oleh Monox D. I-Fly
0 Jawaban
473 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 15, 2014, 06:56:52 PM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
586 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 17, 2014, 09:25:26 AM
oleh kang radi
2 Jawaban
782 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 20, 2016, 10:59:23 PM
oleh Sandy_dkk
0 Jawaban
121 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 13, 2017, 05:24:36 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
23 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 13, 2018, 08:30:20 AM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan