Penulis Topik: Todeyya  (Dibaca 26 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9274
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 354
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Todeyya
« pada: November 17, 2017, 04:12:24 AM »
SK : Tumimbal Lahir
====================
1. Lahir dan mati Berulang-ulang
2. Todeyya
====================

2. Todeyya
Edisi : 17 Nopember 2017, 04:05:14

Pada masa kehidupan Sang Buddha, hiduplah seorang brahmana bernama Todeyya. Dia sangat kaya, seorang jutawan. Namun dia tidak percaya akan kemurahan hati, akan pentingnya berdana. Todeyya selalu berkata, "jika engkau berdana, engkau akan menjadi miskin. Oleh karena itu janganlah berdana." Dia yang begitu kaya namun begitu kikir, akhirnya meninggal sebagai jutawan. Tetapi dia sangat melekat pada kekayaannya, sehingga setelah kematiannya dia terlahir kembali sebagai seekor anjing di rumahnya sendiri.

Pada suatu hari, Sang Buddha datang ke rumah tersebut. Anjing tersebut melihat Sang Buddha dan menyalak kepadanya. Sang Buddha berkata,"O, Todeyya! Ketika engkau masih hidup sebagai manusia, engkau tidak menghormati sesamamu, dan sekarang engkau kembali bersikap tidak hormat dengan menggongong kepadaku. Engkau akan terlahir kembali di alam neraka."

Anjing itu berpikir, "Oh.. Pertapa Gautama mengenaliku," Lalu anjing itu  membenamkan dirinya dlam tumpukan abu.

Sang brahmana mempunyai seorang anak laki-laki bernama Subha dan anjing tersebut -ayahnya - adalah kesayangannya. Subha memberikan tempat khusus untuk anjing tersebut, namun ketika dia melihat anjing kesayanganya membenamkan diri dalam tumpukan abu, dia menjadi tercengan. Seseorang memberi tahu bahwa pertapa Gautama telah mengatakan sesuatu yang membuat anjingnya tertekan. Oleh karena itu dia menemui Sang Buddha dan bertanya kepada Nya. Sang Buddha menceritakan apa yang terjadi.

Subha berkata pada dirinya, "Menurut ajaran para brahmana, seharusnya ayah sudah terlahir kembali sebagai brahma. Tetapi Sang Gautama mengaakan bahwa aya terlahi rkembali sebagai seekor anjing. Sang Gautama telah berbicara sembarangan."

Subha menemui Sang Buddha kembali untuk berargumentasi.  Sang Buddha bertanya apakah ada harta yang masih disembunyikan oleh ayahnya. Subha membenarkan bahwa memang ada  bahwa memang ada sejumlah besar uang yagn tidak diketahui keberadaannya. Sang Buddha memberi tahu Subha untuk memberi makan anjingnya pada malam hari dan menanyakan keberadaan harta tersebut.

Subha berpikir bahwa jika apa yang dikatakan oleh Sang Buddha benr, ia akan mendaptkan harta tersebut, dan jika tidak benar, dia bisa menuduh Sang Buddha berkata tidak benar.

Malam itu Subha memberi makan anjignya dan menanyakan tentang harta yang tersembunyi. Anjing tersebut bangkit dan membawanya ke tempat di mana harta tersebut disembunyikan. Subha menggali dan akhirnya menemukan harta tersebut.

____________
Sayadaw U. Silananda, "Kamma-Anatta", Hal. 3-5

Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags:
 

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan