Penulis Topik: Gagal Melihat Kontradiksi  (Dibaca 25 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9275
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 354
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Gagal Melihat Kontradiksi
« pada: Oktober 30, 2017, 07:09:14 AM »
SK : Filsafat Buddhisme
====================
1. Bid`ah Buddhisme
2. Raja Milinda
2.1. Nama Diri
2.1.1. Kontradiksi Nagasena
2.1.2. Gagal Melihat Kontradiksi
====================

2.1.2. Gagal Melihat Kontradiksi
Edisi : 30 Oktober 2017, 07:04:03

Keterampilan pertama dari hasil belajar ilmu logika adalah keterampilan mengidentifikasi kontradiksi. Tidak semua orang mampu mengidentifikasi kontradiksi di dalam suatu ideologi.  Para Logicer dapat dengan mudah menemukan kontradiksi-kontradiksi tersebut, itu berkat belajar dan latihan praktik logika selama bertahun-tahun. Adapun mereka yang tidak bergelut dalam bidang ilmu logika, bisa saja memiliki ketajaman pemikiran yang alami, sehingga dapat mengidentifikasi kontradiksi, tetapi tidak sedikit yang kesulitan dalam mengidentifikasi kontradiksi-kontradiksi.

Contohnya, kontradiksi yang terdapat dalam dialog antara raja Milinda dengan Nagasena tentang "Nama Diri", maka saya, mas Sultan dan Kang Jalal dapat dengan mudah melihat kontradiksi tersebut, tetapi kang Legend tidak melihat kontradiksi sama sekali. Berikut tanggapan kang Legend :

The Legend, [23.10.17 12:16]
Yang disampaikan bhikkhu nagasena itu benar.
Apa yang disampaikan oleh bhikkhu nagasena sesuai dengan anatta & jalan tengah.

Pertama nagasena mengatakan tidak ada yang namanya individu, hal ini sifat dari anatta.

Kedua negasena mengatakan gabungan unsur itulah nagasena, ini yang disebut jalan tengah.

Sang Buddha mengajarkan anatta untuk melepaskan kemelekatan.
Dengan paham anatta bukan menyangkal keberadaan. Karena itu bhikkhu nagasena juga mengakui adanya nagasena.

Anatta bukan joke anak kecil seperti kang asep katakan.
Karena banyak yang tidak paham anatta. Apa yang kang asep sampaikan sebagai  joke ketika anak anak, itu baru kulit luar dari anatta.

Mungkin kang asep masih ingat dengan pernyataan saya di grup tentang proses.

Ada proses yang namanya proses, sehingga sehingga muncul diri. Yang dijabarkan pada patticasamupada.

Dari avijja sampai muncul pernyataan ada pernyataan diri.

Yang dimaksud diri dalam patticasamupadda adalah "proses" pembentukkan.

Seperti pembahasan vegetarian yang kang asep kategorikan bidah. Pernyataan ini condong ke corak theravada. Corak Mahayana dengan beberapa literatur sutra, yang menjadi pegangan kalangan mahayana yang menganjurkan vegetarian.

Kalau saya tidak mau terjebak dengan retorika vegetarian atau tidak, karena keduanya bagi saya adalah pandangan ekstrim.

Saya tidak menemukan tulisan pertanyaan dari raja milinda, yang dimaksud kang asep itu yang mana ? yang menyangkal kemudian menyetujui

Kang Asep, [23.10.17 16:13]
Yang ini :
“Atau apakah tubuhnya, atau perasaannya, atau pencerapannya, atau bentuk-bentuk pikirannya, atau kesadarannya? Ataukah gabungan dari itu semua? Ataukah sesuatu di luar semua itu yang disebut Nagasena?”

Masih saja Nagasena menjawab: “Bukan semuanya itu.”

The Legend, [23.10.17 16:33]
Ok raja milinda konteksnya baru pada unsur. Gabungan unsur jelas masih bukan Nagasena. Koordinasi unsur (proses) ini yang disebut Nagasena.
Gabungan unsur tanpa proses maka tidak ada Nagasena.

Kang Asep, [23.10.17 17:21]
Tak ada kata-kata yang sepadan dengan "koordinasi unsur" yang dikatakan oleh Nagasena.

“Bagus sekali. Baginda akhirnya dapat menangkap artinya dengan benar. Demikian pula, karena adanya tiga puluh dua jenis materi organik di dalam tubuh manusia beserta lima unsur makhluklah maka saya disebut Nagasena. Seperti yang telah dikatakan oleh Bhikkhuni Vajira di hadapan Sang Buddha yang Agung, ‘Seperti halnya karena memiliki berbagai bagian itu maka kata ‘kereta’ digunakan, demikian juga bila ada unsur-unsur makhluk maka kata ‘makhluk’ digunakan.`”

The Legend, [23.10.17 19:39]
---------------
Saya tidak pernah menggunakan metode model kang asep untuk mempelajari sutta/sutra. Karena saya tidak mau terjebak dengan istilah istilah yang membingungkan. Terlebih lagi jatuh dalam pandangan ekstrim.
===========

Itulah problemnya. Lebih dari tujuh tahun saya berkecimpung di forum-forum Buddhis dan saya belajar Buddhisme. Dua tahun Kang Legend menjadi memberi grup Logika, tapi tidak belajar ilmu logika, sebagai metoda berpikir yang berguna untuk menghindari kesalahan berpikir, menghindari kesalahan menafsirkan dari apa yang dibaca dan didengar.

Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags:
 

Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
4 Jawaban
1852 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 03, 2013, 08:40:00 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1263 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 04, 2013, 09:57:41 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
764 Dilihat
Tulisan terakhir November 18, 2014, 12:20:52 AM
oleh Kang Asep
9 Jawaban
1531 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 29, 2015, 07:40:16 PM
oleh Ziels
0 Jawaban
383 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 21, 2015, 08:09:15 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
540 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 19, 2016, 08:11:28 PM
oleh Kang Asep
3 Jawaban
758 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 19, 2016, 05:59:43 PM
oleh Kang hendri
0 Jawaban
301 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 24, 2016, 01:24:09 PM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
321 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 23, 2017, 10:00:50 PM
oleh Monox D. I-Fly
0 Jawaban
90 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 04, 2017, 09:13:05 PM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan