Penulis Topik: Contoh Kerumitan Filsafat Buddhis  (Dibaca 34 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9274
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 354
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Contoh Kerumitan Filsafat Buddhis
« pada: November 02, 2017, 05:44:43 PM »
Edisi : 02 Nopember 2017, 17:42:16

Kutip : [1]
---------------
Ada sebuah rumu dalam ajaran Buddha, untuk menggambarkan tumimbal lahir "bukan orang itu atupun orang lain"
===========

Bagi non Buddhis, istilah non Buddhis masih asing. Karena itu perlu saya jelaskan dulu, bahwa tumimbal lahir serupa dengan "reinkarnasi". Sebenarnya ada perbedaan istilah antara "tumimbal lahir" dengan "reinkarnasi", ini nanti akan dibahas khusus dalam tulisan berjudul "Tumimbal Lahir".  Namun sisi kesamaan antara tumimbal lahir dengan reinkarnasi adalah adanya "kelahiran kembali". Jadi, setelah orang meninggal, dia akan terlahir menjadi makhluk baru. Salah satu kemungkinanya adalah terlahir menjadi manusia kembali.

Apabila ditanyakan pada seorang Buddhis, apakah orang itu yang terlahir kembali ke dunia? Jawabannya adalah "bukan orang itu dan bukan pula orang lain".

Tentu jawaban seperti ini dapat membingungkan, karena bentuknya absurd.

Orang lain = bukan orang itu. Jadi, orang yang teralhir kembali ke dunia ini bukan orang itu dan orang itu. Ini kontradiktif. Akan tetapi, ini merupakan keyakinan resmi dalam Buddhisme. Karena saya melihat, seluruh aliran Buddhisme yang ada menyepakati konsep ini.

Mereka mengibaratkan metamorfosa kupu-kupu. Ketika ulat berubah menjadi kupu-kupu, maka apaka kupu-kupu adalah ulat itu ? Kupu-kupu bukanlah ulat itu dan bukan pula yang lain. Bingung kan ? Disebut ulat itu juga bukan, disebu "bukan ulat itu" juga bukan. Ini maksudnya, kupu-kupu tidak sepenuhnya sama dengan ulat itu, dan juga tida sepenuhnya berbeda.

Saya membayangkan, bahwa apabila saya melihat foto-foto keluar di masa kecil saya, lalu seorang Buddhis menunjuk gambar saya, dan bertanya, "apakah itu kamu ?" maka akan saya jawab, "itu bukan aku dan bukan pula orang lain". He..he...

Mari kita diskusikan !
_____________
1) Sayadaw U. Silananda, "Hukum Sebab-Akibat", Hal. 130

Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags:
 

Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
0 Jawaban
2435 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 07, 2012, 09:22:45 PM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
1094 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 17, 2013, 09:54:07 PM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
1601 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 09, 2013, 06:34:56 PM
oleh Kang Asep
24 Jawaban
5744 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 31, 2015, 11:19:15 PM
oleh alfianpase
9 Jawaban
2339 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 16, 2014, 07:31:43 AM
oleh comicers
1 Jawaban
992 Dilihat
Tulisan terakhir November 22, 2015, 10:17:41 PM
oleh Monox D. I-Fly
0 Jawaban
636 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 23, 2015, 11:23:28 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1059 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 16, 2015, 06:10:22 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
209 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 29, 2016, 05:02:43 PM
oleh comicers
1 Jawaban
256 Dilihat
Tulisan terakhir September 02, 2016, 11:07:41 PM
oleh Kang Erik

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan