Penulis Topik: menikah disaat hamil  (Dibaca 9624 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Sandy_dkk

Re:menikah disaat hamil
« Jawab #15 pada: Agustus 04, 2014, 11:55:28 PM »
janda hamil tak boleh nikah? lha iyalah, statusnya belum janda, karena istri hamil tidak boleh dicerai, jadi statusnya belum janda, masih jadi istri yg sedang hamil. Kalo sudah melahirkan baru boleh dicerai, baru statusnya janda.

Kalo gadis hamil boleh nikah? gadis hamil statusnya masih sendiri, belum jadi istri. Demi anak yg dikandung, lahir mestinya harus ada ayahnya,

Main logika aja.

ya, saya senang bermain logika!

istri hamil tidak boleh dicerai, hukum mana yang mengatur demikian bpk Aten?



saya beragama Islam, maka saya mengambil dalil2 Islam sebagai premis rujukan.


istri hamil boleh dicerai, dalil:

Rasulullah bersabda: "silahkan talak istrimu, dalam kondisi suci atau ketika sedang hamil." (HR. Ahmad dan Muslim)

dan perempuan-perempuan yang tidak haid lagi (monopause) di antara perempuan-perempuanmu jika kamu ragu-ragu (tentang masa iddahnya), maka masa iddah mereka adalah tiga bulan; dan begitu (pula) perempuan-perempuan yang tidak haid. dan perempuan-perempuan yang hamil, waktu iddah mereka itu ialah sampai mereka melahirkan kandungannya. dan barang siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya. ﴾ath Thalaaq: 4﴿

tempatkanlah mereka (para isteri) di mana kamu bertempat tinggal menurut kemampuanmu dan janganlah kamu menyusahkan mereka untuk menyempitkan (hati) mereka. dan jika mereka (isteri-isteri yang sudah ditalaq) itu sedang hamil, maka berikanlah kepada mereka nafkahnya hingga mereka bersalin, kemudian jika mereka menyusukan (anak-anak)mu untukmu maka berikanlah kepada mereka upahnya, dan musyawarahkanlah di antara kamu (segala sesuatu) dengan baik, dan jika kamu menemui kesulitan maka perempuan lain boleh menyusukan (anak itu) untuknya. ﴾ath Thalaaq: 6﴿


dalam hadits riwayat Ahmad dan Muslim di atas, jelas sekali istri yang sedang hamil boleh dicerai.

dan dalam QS ath Thalaaq, Allah menentukan masa iddah bagi wanita yang dicerai pada saat hamil. jika wanita hamil tidak boleh dicerai, maka baginya tidak mungkin ada masa iddah atau masa penantian sampai diperbolehkan menikah.



jika ada hukum lain yang melarang menceraikan istri disaat hamil, hukum pernikahan indonesia misalnya, maka silahkan kemukakan dalil atau undang2nya disini, saya siap menggunakan premis dari hukum tsb.
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 17
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:menikah disaat hamil
« Jawab #16 pada: Agustus 05, 2014, 06:13:24 AM »
janda hamil tak boleh nikah? lha iyalah, statusnya belum janda, karena istri hamil tidak boleh dicerai, jadi statusnya belum janda, masih jadi istri yg sedang hamil. Kalo sudah melahirkan baru boleh dicerai, baru statusnya janda.

Kalo gadis hamil boleh nikah? gadis hamil statusnya masih sendiri, belum jadi istri. Demi anak yg dikandung, lahir mestinya harus ada ayahnya,

Main logika aja.

Menurut bapak Aten, apakah definisi janda?
« Edit Terakhir: Agustus 05, 2014, 06:15:11 AM oleh ratna »
 

Offline aten

  • Tamu
  • *
  • Tulisan: 26
  • Total likes: 1
  • Jenis kelamin: Pria
  • coretan singkat, mudahan manfaat
    • Lihat Profil
Re:menikah disaat hamil
« Jawab #17 pada: Agustus 05, 2014, 07:31:24 AM »
he3, jadi istri hamil boleh dicerai ya? Trims infonya. Kalo.gadis hamil, nikahnya setelah lahir ya? bapaknya bisa kabur nih, apa perlu buat perjanjian dulu untuk menikahi?
 

Offline aten

  • Tamu
  • *
  • Tulisan: 26
  • Total likes: 1
  • Jenis kelamin: Pria
  • coretan singkat, mudahan manfaat
    • Lihat Profil
Re:menikah disaat hamil
« Jawab #18 pada: Agustus 05, 2014, 07:35:49 AM »
janda itu adalah istri yang sudah dicerai dan sedang tidak kawin
 

Offline Sandy_dkk

Re:menikah disaat hamil
« Jawab #19 pada: Agustus 05, 2014, 08:19:58 AM »
he3, jadi istri hamil boleh dicerai ya? Trims infonya. Kalo.gadis hamil, nikahnya setelah lahir ya? bapaknya bisa kabur nih, apa perlu buat perjanjian dulu untuk menikahi?

berdasarkan dalil, maka saya menyimpulkan istri hamil boleh dicerai.

mengenai gadis hamil yang harus dinikahkan setelah lahir, hal tsb lah yang saya pertanyakan pada thread ini. apakah memang harus begitu?
apakah wanita hamil diperbolehkan menikah dalam Islam?
yang saya tahu, bagi wanita yang berstatus janda, hamil adalah termasuk kepada masa 'iddah dimana seorang janda harus menunggu bayinya lahir dulu sebelum menikah lagi.

nah, bagaimana untuk wanita yang berstatus "gadis"?
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9342
  • Thanked: 57 times
  • Total likes: 388
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:menikah disaat hamil
« Jawab #20 pada: Agustus 05, 2014, 10:38:45 PM »
Ini persoalan fiqih. seharusnya kita tanyakan kepada ahlinya. saya bukanlah ahli fiqih.

Kalau kita menemukan kasus serupa ini di lingkungan masyarakat kita, maka kalau tidak mengerti dalilnya, kita dorong orang-orang untuk segera bertanya kepada ulama, tidak mengarang-ngarang hukum sendiri. Tapi apabila tidak dapat menemukan jawaban, maka dibolehkan untuk berijtihad. Benar atau tidak ?

Benar dan salah suatu perbuatan harus dilihat dari sebab dan tujuannya. Jika di suatu kampung seorang gadis hamil akibat perzinahan, dan akan mengakibatkan rumah orang tua si gadis di bakar masyarakat karena sifat panatik mereka, maka sebaiknya kehamilan tersebut disembunyikan, dan si gadis segera dinikahkan walaupun dalam keadaan hamil. hal ini untuk menghindari madharat yang lebih besar, yaitu terjadinya penganiayaan, pembunuhan, pembakaran tanpa alasan yang benar. bagaimana pendapat saya ini, benar atau salah ?
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Sandy_dkk

Re:menikah disaat hamil
« Jawab #21 pada: Agustus 07, 2014, 10:30:16 PM »
benar, jika menghindari mudharat yang sebesar itu, maka segala lainnya yang haram menjadi halal. asal jangan sampai menghalalkan segala cara dengan alasan menghindari mudharat yang lebih besar, padahal mudharat yang lebih besar memiliki peluang yang sangat kecil untuk terjadi.


ah, lagi2 saya teringat PKS, dimana partai tsb menghalalkan segala cara dengan alasan menghindari mudharat yang lebih besar, atau meraih manfaat yang lebih besar.
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
5 Jawaban
1699 Dilihat
Tulisan terakhir April 08, 2013, 09:57:09 AM
oleh Awal Dj
6 Jawaban
1679 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 14, 2015, 05:21:08 AM
oleh Monox D. I-Fly
0 Jawaban
356 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 15, 2015, 11:17:10 AM
oleh joharkantor05
0 Jawaban
344 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 15, 2015, 11:18:55 AM
oleh joharkantor05
0 Jawaban
370 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 15, 2015, 11:21:19 AM
oleh joharkantor05
0 Jawaban
311 Dilihat
Tulisan terakhir September 28, 2015, 03:32:56 PM
oleh joharkantor05
0 Jawaban
365 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 12, 2016, 11:03:19 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
353 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 06, 2016, 04:47:20 PM
oleh Sandy_dkk
0 Jawaban
179 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 02, 2016, 03:08:06 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
18 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 10, 2018, 10:50:07 AM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan