Penulis Topik: menikah disaat hamil  (Dibaca 9594 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Sandy_dkk

menikah disaat hamil
« pada: Desember 04, 2013, 08:28:04 PM »
istri saya adalah seorang bidan di sebuah puskesmas di kabupaten gunungkidul yogyakarta.

salah satu tugas istri saya disana, adalah memberikan suntik vaksin Tetanus Toksoid kepada setiap wanita yang akan menikah. hal ini diperlukan sebagai lampiran surat keterangan sehat yang diperlukan sebagai syarat pernikahan oleh KUA setempat. setiap wanita yang akan disuntik vaksin ini harus melalui tes kehamilan terlebih dahulu, agar dapat diberikan dosis dengan tepat.

menurut keterangan istri saya, 3 dari 5 (60%) orang wanita yang melakukan tes kehamilan untuk penyuntikan vaksin Tetanus Toksoid pranikah ini di puskesmas tsb, adalah wanita hamil.

menurut keterangan istri saya lagi, di yogyakarta, jika data2 di puskesmas di desa dibandingkan dengan data2 di puskesmas di kota, maka persentasi wanita hamil sebelum nikah di desa tercatat lebih tinggi dari pada di kota.
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline Sandy_dkk

Re: menikah disaat hamil
« Jawab #1 pada: Desember 04, 2013, 08:30:52 PM »
apakah wanita hamil diperbolehkan menikah dalam Islam?
yang saya tahu, bagi wanita yang berstatus janda, hamil adalah termasuk kepada masa 'iddah dimana seorang janda harus menunggu bayinya lahir dulu sebelum menikah lagi.

nah, bagaimana untuk wanita yang berstatus "gadis"?
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 17
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re: menikah disaat hamil
« Jawab #2 pada: Desember 05, 2013, 05:31:15 AM »
apakah wanita hamil diperbolehkan menikah dalam Islam?
yang saya tahu, bagi wanita yang berstatus janda, hamil adalah termasuk kepada masa 'iddah dimana seorang janda harus menunggu bayinya lahir dulu sebelum menikah lagi.

nah, bagaimana untuk wanita yang berstatus "gadis"?

Kalau yang saya tahu, sebagian wanita itu boleh menikah dan sebagiannya lagi tidak boleh menikah. Lalu apakah seorang gadis atau janda boleh menikah? sekali lagi yang saya tahu keduanya adalah termasuk yang boleh menikah. Akan tetapi menurut kang sandi ; yang saya tahu, bagi wanita yang berstatus janda, hamil adalah termasuk kepada masa 'iddah dimana seorang janda harus menunggu bayinya lahir dulu sebelum menikah lagi. Seorang janda tidak boleh menikah karena sedang hamil.

 Jadi sebab tidak boleh menikahnya janda adalah kehamilannya dan bukan statusnya. Oleh karena "Hamil termasuk masa iddah" , jika setiap yang hamil adalah tidak boleh menikah maka seorang gadis yang hamil pun tidak boleh menikah...

 

Offline Sandy_dkk

Re: menikah disaat hamil
« Jawab #3 pada: Desember 05, 2013, 10:22:31 AM »
anehnya, bagi para "gadis" tsb tetap dinikahkan dan tetap dicatat pernikahannya oleh KUA, padahal pastinya pihak KUA tahu kalo para "gadis" tsb hamil, soalnya pada surat keterangan pemberian suntik TT akan dibedakan antara yang hamil dan yang tidak hamil.
saya belum menyelidiki lebih jauh bagaimana bentuk perbedaan surat tsb, apakah tertulis dengan jelas hamil atau tidak hamil, atau apakah perbedaannya hanya berupa kode2 yang hanya bisa dibaca oleh orang yang mengerti saja.

jika wanita hamil dilarang menikah, maka menikahkan mereka padahal tahu bahwa hamil adalah sebuah kesalahan fatal. nikahnya tidak sah, sementara mereka sudah dibebaskan untuk tidur bersama (zina). bagaimana mungkin kantor urusan agama bisa melegalkan perzinahan tsb dalam bentuk pencatatan pernikahan yang sebenarnya terlarang padahal mereka mengetahui? padahal zina termasuk dosa besar!

jika pihak KUA tidak mengetahui kehamilan tsb karena ketidakmampuan membaca kode sementara pihak pemeriksa kehamilan tidak memberitahukannya kepada mereka padahal pihak pemeriksa tsb tahu bahwa kode tsb tidak bisa dipahami oleh pihak KUA, maka tentu pihak pemeriksa juga terlibat dalam kesalahan ini, istri saya harus segera mengetahui hal ini!
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 17
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re: menikah disaat hamil
« Jawab #4 pada: Desember 06, 2013, 05:17:36 AM »
salah satu tugas istri saya disana, adalah memberikan suntik vaksin Tetanus Toksoid kepada setiap wanita yang akan menikah. hal ini diperlukan sebagai lampiran surat keterangan sehat yang diperlukan sebagai syarat pernikahan oleh KUA setempat. setiap wanita yang akan disuntik vaksin ini harus melalui tes kehamilan terlebih dahulu, agar dapat diberikan dosis dengan tepat.

Bagi saya tanggung jawab dan keterlibatan istri kang Sandy hanyalah sampai pada ruang lingkup ini.

jika pihak KUA tidak mengetahui kehamilan tsb karena ketidakmampuan membaca kode sementara pihak pemeriksa kehamilan tidak memberitahukannya kepada mereka padahal pihak pemeriksa tsb tahu bahwa kode tsb tidak bisa dipahami oleh pihak KUA, maka tentu pihak pemeriksa juga terlibat dalam kesalahan ini, istri saya harus segera mengetahui hal ini!

Ketidakmampuan petugas KUA membaca surat/keterangan/kode/sandi adalah bukan tanggungjawab yang membuat surat/keterangan/kode/sandi tersebut. Jika hamil atau tidak hamil adalah suatu perkara yang mendasar yang membedakan perzinahan atau perkawinan, mustahil petugas KUA tidak mempunyai kemampuan membaca keterangan tersebut. Pastilah  pengetahuan terhadap hal tersebut telah masuk dalam manual book ataupun SOP KUA.
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9340
  • Thanked: 57 times
  • Total likes: 381
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re: menikah disaat hamil
« Jawab #5 pada: Desember 06, 2013, 07:32:16 AM »
petugas KUA itu banyak juga yang tidak mengerti dengan baik hukum Agama. terkait ini, saya mau numpang curhat di sini.

ketika saya hendak menikahi calon istri, dulu, saya sempat berdebat dengan kepala KUA karena beberapa hal. diantaranya karena persyaratan administrasi, KTP, NA dan sebagainya. sedangkan saya pergi ke sana seorang diri, tanpa KTP, KK, apalagi NA. mereka mentertawakan saya, termasuk calon mertua saya yang perempuan dan berkata, "Lha... masa mau menikah tidak bawa apa-apa ? kalau begitu kami tidak bisa menikahkan Anda."

saya pemuda umur 21 tahun,  yang datang seorang diri melamar calon istrinya, masih berwatak keras, segera menghardik, "jangan mentertawakan saya, kalau kalian tidak ingin saya tertawakan. Pertama, saya tidak minta dinikahkan oleh Anda. karena Anda tidak punya wewenang untuk menikahkan kami. yang berhak menikahkan kami adalah ayah kandung calon istri saya. yang kedua, syarat menikah itu adalah adanya calon pengantik laki-laki, calon pengantin perempuan, wali perempuan, mas kawin dan ijab kabul. jika itu semua terpenuhi, maka pernikahan kami sah. tidak ada di dalam syarat pernikahan itu KTP dan NA."

"Lha, untuk apa Anda datang kemari, kalau kami tidak punya wewenang menikahkan Anda?" tanya salah seorang dari mereka.

"saya mengundang bapak-bapak semua untuk menghadiri prosesi pernikahan kami, sekaligus menjadi saksi atas pernikahan kami. adapun soal administrasi untuk catatan sipil, nanti bisa menyusul kemudian, setelah saya pulang ke Bandung, semua pesyaratan itu akan saya kirimkan via pos." saya menerangkan.

"ya ndak bisa begitu. nanti masyarakat mendemo kami."

"apa yang di demo pak?"

"lha nanti kalau ternyata Anda sudah punya istri di Bandung, bagaimana ? itulah fungisnya NA, sehingga dengan surat itu kami bisa melihat jelas, apa Anda itu bujang, duda atau beristri." kata dia, yang di dukung oleh calon mertua saya. Bahkn sayapun sempat agak berdebat dengan calon mertua itu.

"Wah, kalau itu urusan kami, Pak! apakah saya bujang, duda, atau pria beristri, jika calon istri saya mau saya nikahi, apa saya merugikan bapak?" tanya saya.

"ya enggak sih. tapi kalau mau bikin buku nikah, ya syarat-syaratnya harus terpenuhi. kecuali kalau mau nikah sirri, ya gak usah datang kemari." kata dia.

saya masih terus menentang, "Ow.. saya ini bukan mau bikin buku nikah, tapi mau menikahi calon istri saya. dan mengundang bapak-bapak pada acara prosesi pernikahan kami. dan kalau nanti kami kirimkan ktp dan NA, baru bapak bikinkan kami surat nikah."

perdebatan tidak berujung. akhirnya, calon kakak iparku menarikku ke belakang dan membisiki, "saya mengerti sep, maksudmu. tapi tolonglah gak usah berdebat, ikuti aja maunya bapak, pulang dulu aja ke Bandung, ambil KTP dan NA!" dibisiki dengan lemah lembut, hati saya jadi luluh, terlebih melihat calon istri yang tampak agak bingung melihat situasi seperti itu. akhirnya saya mengalah dan pulang ke Bandung untuk mengambil persyaratan yang diperlukan. tapi saya pikir, kalau para petugas KUA itu mengerti benar hukum agama, prosesi pernikahan tentu tidak akan dipersulit seperti itu. Bahkan ketika saya menyerahkan mas kawin berupa Kitab Hadits Abu Dawud, petugas KUA itu kelihatan bingung. dia membolak-balik kitab hadits ini, "Ini apa toh ? al Quran?"

"Bukan Pak, itu kitab Hadis Abu Dawud." jawab saya.

petugas itu tampak mengkerutkan dahi, isinya arab gundul semua. "Lha iya, al Quran." katanya.

saya menjelaskan hingga tiga kali, bahwa itu bukan al Quran. tapi si petugas KUA tetap mencatatnya di buku nikah itu "Al Quran sebagai Mas Kawin". dalam hati saya sangat heran dan prihatin, bagaimana petugas KUA tidak bisa membedakan antara Kitab al Quran dengan Kitab Hadits.

tapi sayapun tidak luput dari kesalahan. pada waktu itu, tempramen saya agak keras. dan saya tidak bisa menjelaskan apa yang ada dalam pikiran saya secara bertahap, santun dan menyenangkan, sehingga mudah dimengerti oleh calon mertua dan para petugas KUA. pada dasarnya mereka semua baik dan santun, termasuk calon mertua saya waktu itu. kami hanya berbeda pemahaman, dan saya tidak bisa menjelaskan pemahaman saya secara baik. kalau sekarang, mungkin saya akan berdialog dengan cara yang lebih baik lagi.


Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Sultan Roma

Re: menikah disaat hamil
« Jawab #6 pada: Desember 06, 2013, 07:33:20 AM »
MasyaAllah.. ngeri sekali fakta ini, skitar 60% MBPregnant,.. Itu puskesnya/desanya brp KM jaraknya dari kota gunung kidulnya San?
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9340
  • Thanked: 57 times
  • Total likes: 381
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re: menikah disaat hamil
« Jawab #7 pada: Desember 06, 2013, 01:53:03 PM »
Kutip dari: sandy
menurut keterangan istri saya lagi, di yogyakarta, jika data2 di puskesmas di desa dibandingkan dengan data2 di puskesmas di kota, maka persentasi wanita hamil sebelum nikah di desa tercatat lebih tinggi dari pada di kota.

mungkin karena banyak penduduk desa meniru penduduk hutan, yang juga pada hamil sebelum menikah.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Sandy_dkk

Re: menikah disaat hamil
« Jawab #8 pada: Desember 06, 2013, 08:16:22 PM »
prihatin mengetahui banyak para pegawai yang merupakan pelayan masyarakat bekerja pada bidang yang tidak dikuasainya, masyarakat jadi tidak terlayani dengan baik. apalagi di bidang agama, bidang yang urgent yang sebenarnya adalah pengetahuan umum bagi setiap individu beragama, bukan pengetahuan khusus yang hanya perlu dimiliki oleh orang2 tertentu saja.


puskesmas tempat istri saya bekerja jaraknya + 20 km dari kota wonosari (ibukota gunungkidul). benar2 fakta yang mengerikan, saya pun kaget mendengar fakta tsb, rasanya kok gak mungkin bisa separah itu.


banyaknya kasus hamil diluar nikah adalah fakta yang menyedihkan, dan lebih menyedihkan lagi fakta bahwa mereka dinikahkan pada saat hamil!
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9340
  • Thanked: 57 times
  • Total likes: 381
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re: menikah disaat hamil
« Jawab #9 pada: Desember 06, 2013, 08:24:06 PM »
^ seandainya al Quran dan Hakim Yasin tidak dipisahkan, niscaya tidak demikian jadinya.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 17
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re: menikah disaat hamil
« Jawab #10 pada: Desember 07, 2013, 05:32:37 AM »
^Bagaimana jika pernikahan itu tetap dilakukan adalah karena niat atau dalam rangka untuk menutup aib?

Dengan dasar hadits :

 Nabi saw juga bersabda: “Barang siapa menutupi aib saudaranya (yang muslim), maka Alloh akan menutupi aibnya pada hari kiamat. Dan barang siapa yang membuka aib saudaranya maka Alloh akan membuka aibnya, sehingga Alloh akan mempermalukannya lantaran aibnya, sehingga ia merasa malu di rumahnya sendiri.” (HR. Muslim, Abu Dawud dan Tirmidzi dari Abu Hurairoh).
« Edit Terakhir: Desember 07, 2013, 05:35:31 AM oleh ratna »
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9340
  • Thanked: 57 times
  • Total likes: 381
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re: menikah disaat hamil
« Jawab #11 pada: Desember 07, 2013, 07:09:18 AM »
^ dicari maslahatnya. ada yang berpendapat, kalau yang hamil sebelum nikah tidak dinikahkan, malah dirajam seperti hukum Islam dalam kondisi sekarang ini, niscaya akan lebih banyak madharatnya dari pada maslahatnya. lagi pula, soal pernikahan wanita hamil itu seperti borok kecil dalam kehidupan beragama kita, sedangkan banyak borok yang lebih besar yang harus diobati. sehingga fokus pada persoalan borok kecil dianggap menjadi kurang bijaksana, karena kita harus mulai dari yang pokok. kalau konsep HTI misalnya, Islam ini hanya bisa ditegakan dengan baik kalau sudah terwujud khilafah.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 17
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re: menikah disaat hamil
« Jawab #12 pada: Desember 07, 2013, 11:34:42 PM »
^Apakah maksudnya dengan dasar mengambil aspek maslahatnya, maka menikahkan atau pernikahan tersebut dianggap sah?
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9340
  • Thanked: 57 times
  • Total likes: 381
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re: menikah disaat hamil
« Jawab #13 pada: Desember 08, 2013, 04:39:41 AM »
Kutip dari: ratna
^Apakah maksudnya dengan dasar mengambil aspek maslahatnya, maka menikahkan atau pernikahan tersebut dianggap sah?

berdasarkan dalil-dalil yang kita ketahui, tentu saja hal itu tidak sah. tapi bagaimana dengan dalil-dalil yang tidak kita ketahui ?

ada banyak hal yang ingin saya jelaskan mengenai persoalan ini, tapi waktunya tidak memadai. oleh karena itu, saya jelaskan sekilas saja.

coba saja pikirkan, kalau gadis hamil di luar nikah, terus tidak boleh dinikahkan, maka di dalam kondisi masyarakat kita ini kira-kira bagaimana dampaknya ?

dan mengenai borok itu, saya ilustrasikan seperti ini :

ketika saya keluar dari rumah seseorang, saya duduk di teras untuk mengenakan sepatu. pertama kali sepatu yang saya kenakan adalah sepatu kiri. tak disangka, apa yang saya lakukan itu diamati oleh seorang pemuda bernama Darman, yang tengah duduk di ujung teras. dia merongos kepada saya, "Kalau mengenakan sepatu itu kenakan yang kanan dulu, itu sunnah Rasulullah, ngarti kagak luh?!"

sudah terlanjur dipakai, apa mesti saya copot lagi. saya jawab, "O ya. saya khilaf. lain kali saya kenakan yang kanan dulu."

kritikan Darman itu baik dan benar. masalahnya, siapa itu di Darman. dia itu penjudi, pemabuk yang ditubuhnya dipenuhi dengan tato. dan dia gak pernah shalat. itulah borok besarnya. apa pantas dia mempermsalahkan borok kecil orang lain, sementara borok besar dirinya dibiarkan? sungguh sangat tidak pantas.

problem banyaknya gadis yang hamil di luar nikah, apakah ini borok kecil ? bergantung dari pembandingnya. jika pemerintah dan alim ulamanya bersikap apatis, tidak bertanggung jawab atas pembinaan moral masyarakatnya, maka ini borok yang lebih besar. bukanlah benar suatu perbuatn seorang anak yang mencuri. tapi kalau ayah si anak tidak memberi makan anaknya dengan baik, maka yang perlu ditempeleng adalah si ayah.
« Edit Terakhir: Desember 08, 2013, 04:48:37 AM oleh Kang Asep »
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline aten

  • Tamu
  • *
  • Tulisan: 26
  • Total likes: 1
  • Jenis kelamin: Pria
  • coretan singkat, mudahan manfaat
    • Lihat Profil
Re:menikah disaat hamil
« Jawab #14 pada: Agustus 04, 2014, 09:55:53 PM »
janda hamil tak boleh nikah? lha iyalah, statusnya belum janda, karena istri hamil tidak boleh dicerai, jadi statusnya belum janda, masih jadi istri yg sedang hamil. Kalo sudah melahirkan baru boleh dicerai, baru statusnya janda.

Kalo gadis hamil boleh nikah? gadis hamil statusnya masih sendiri, belum jadi istri. Demi anak yg dikandung, lahir mestinya harus ada ayahnya,

Main logika aja.
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
5 Jawaban
1697 Dilihat
Tulisan terakhir April 08, 2013, 09:57:09 AM
oleh Awal Dj
6 Jawaban
1676 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 14, 2015, 05:21:08 AM
oleh Monox D. I-Fly
0 Jawaban
355 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 15, 2015, 11:17:10 AM
oleh joharkantor05
0 Jawaban
343 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 15, 2015, 11:18:55 AM
oleh joharkantor05
0 Jawaban
369 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 15, 2015, 11:21:19 AM
oleh joharkantor05
0 Jawaban
309 Dilihat
Tulisan terakhir September 28, 2015, 03:32:56 PM
oleh joharkantor05
0 Jawaban
364 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 12, 2016, 11:03:19 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
352 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 06, 2016, 04:47:20 PM
oleh Sandy_dkk
0 Jawaban
179 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 02, 2016, 03:08:06 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
15 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 10, 2018, 10:50:07 AM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan