Penulis Topik: Cara Belanja Aman Tanpa Takut Ketipu di Toko Online  (Dibaca 72 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline mustikasari

Cara Belanja Aman Tanpa Takut Ketipu di Toko Online
« pada: Pebruari 08, 2018, 03:08:11 PM »
Belanja online melalui marketplace memang memudahkan hidup kita. Apalagi jika kamu termasuk orang yang sibuk dan tidak memiliki banyak waktu untuk mencari barang yang kamu inginkan secara offline.

Kelebihan marketplace lainnya adalah sering kali terdapat seller yang menyediakan barang-barang yang tidak atau belum dijual di Indonesia. Misalnya sepatu dengan merek dan seri tertentu atau barang elektronik yang belum masuk secara resmi.

Namun kamu harus tetap berhati-hati, karena hadirnya toko online juga memberikan celah baru bagi para penipu untuk melakukan modus operandi. Banyak sekali kasus-kasus penipuan yang dilakukan melalui marketplace. Beberapa diantaranya juga mengunakan modus yang sangat halus membuat pembeli lengah dan tidak menyadari bahwa sedang ditipu.

Untuk itulah artikel ini hadir untuk memberikan panduan belanja online yang aman dan terhindar dari penipuan. Sebelumnya, mari kita kenali ciri-ciri modus penipuan yang sering kali dilakukan saat melakukan transaksi di marketplace.

Modus Penipuan: Phishing
Phishing adalah usaha untuk mendapatkan data pribadi (biasanya email dan password) dengan memberikan tampilan web atau layanan yang sama persis seperti aslinya. Modus penipuan phishing ini adalah modus yang paling sering dilakukan karena menyerang kelengahan konsumen. Umumnya phishing ini dilakukan melalui external link. Untuk lebih jelasnya, mari kita perhatikan contoh kasus berikut ini:

Seorang pembeli di sebuah marketplace membeli smartphone dari seorang seller dengan harga murah. Kronologinya, pembeli menghubungi ketersediaan barang via fitur diskusi yang disediakan oleh marketplace tersebut. Pembeli melakukan transaksi dan konfirmasi pembayaran. Namun, pada malamnya pembeli mendapat pesan pribadi dengan nama “CS Hidayat” melalui Whatsapp.
Dalam pesan pribadi tersebut, penjual mengkonfirmasikan pesanan dan mengirimkan link aktivasi ke email pembeli. Pesan “CS Hidayat” tersebut meminta pembeli untuk klik link aktivasi tersebut dengan modus mengaktifkan kode voucher.

Mendapatkan pesan pribadi dari seorang Costumer Service adalah hal yang patut diwaspadai. Apalagi jika oknum tersebut memintamu untuk klik tautan tertentu. Link aktivasi tersebut adalah link palsu sebagai “senjata” penjual untuk hack data email dan password pembeli yang digunakan untuk log in ke marketplace. Sehingga penjual dapat meretas dan membuat notifikasi dan testimoni palsu yang seolah-olah pembeli sudah menerima barangnya.

Cara Menghindari Modus Penipuan Phishing
Phishing memang trik klasik yang sudah dilakukan sejak lama, namun masih sering terjadi karena kelihaian penipu untuk mencari kelengahan pembeli. Berikut ini terdapat cara mudah menghindari Phishing.

Pastikan kamu memasuki website yang keamanannya sudah terjamin. Situs yang sudah secure ditandai dengan awalan “https://”. Jika kamu memasuki situs yang memintamu login dengan alamat yang mencurigakan, segera tutup browser dan jangan memasukkan data pribadi apa pun.
Hindari klik tautan yang mencurigakan, biasanya tautan ini berbentuk pop up jika kamu membukanya di desktop atau tautan yang redirect ke situs yang tidak dikenal.

Modus Penipuan: Scam
Scam merupakan usaha penipuan dengan menyamar sebagai pihak tertentu. Salah satu contoh yang paling dikenal adalah SMS “Mama minta pulsa”. Modus ini juga biasanya dipakai apabila penipu mengetahui data-data personal korban. Misalnya mengetahui nama Ayah, Ibu, atau mungkin pacar.

Cara Menghindari Scammer
Berhati-hatilah memberikan informasi pribadi di media sosial atau internet. Misalnya nama-nama anggota keluarga, alamat rumah, nomor handphone, dan informasi personal lainnya. Hal ini bisa digunakan oleh penipu untuk melakukan scammer seolah-olah mereka mengetahuimu secara personal.
Abaikan jika menerima telepon, sms, atau e-mail yang mencurigakan, apalagi bila memintamu untuk mentransfer dana tertentu.
Jika kamu berbelanja melalui marketplace, segala informasi akan diinfokan dari channel Berhati-hati dengan nama email atau alamat situs yang menyerupai alamat resmi marketplace.
Modus-Modus Lain yang Sering Terjadi di Marketplace
Meski sebuah marketplace sudah didesain sedemikian rupa agar pengguna dapat bertransaksi dengan aman, namun penipu semakin kreatif saja dalam melakukan tindakan tidak terpujinya. Modus penipuan yang sering terjadi di marketplace umumnya adalah perpaduan dari phishing dan scam. Sehingga kamu harus selalu waspada, ya! Berikut kami ulas beberapa modus-modus lain yang sering terjadi.

Barang Tidak Pernah Sampai ke Pembeli

Ini merupakan cara yang paling banyak digunakan oleh penipu. Biasanya penjual memasang harga miring terhadap barang yang dijualnya. Hal ini adalah jebakan agar banyak pembeli yang tertarik. Saat pembeli sudah mentransfer sejumlah uang, penjual pun tidak akan mengirim barang yang mereka jual.

Saat pembeli menghubungi, pihak penjual palsu ini akan memberikan banyak alasan, seperti stok kosong sehingga harus menunggu beberapa hari, dan sebagainya. Ketika pembeli meminta pembatalan, penjual palsu akan berusaha mengarahkan pembeli untuk mengisi feedback. Dalam kolom feedback ini nanti pembeli akan diarahkan untuk menekan tombol “konfirmasi terima barang”, meski pada kenyataannya belum menerima.

Selanjutnya akun penjual pun akan tutup dan nomor kontak yang bisa dihubungi mendadak mati. Uang sudah terkirim tapi barang tak kunjung datang.

Nomor Rekening yang Rancu
Terdapat juga kasus penjual yang memiliki nomor rekening yang serupa tapi tak sama dengan nomor rekening marketplace. Saat pembeli check out, keluarlah tagihan pembayaran dari marketplace. Namun di saat yang bersamaan, pembeli juga menerima SMS yang meminta transfer dana sejumlah yang sama dengan check out di marketplace.

Secara sekilas nomor rekening tujuan dari penipu sama dengan nomor rekening virtual di marketplace, tapi dengan nama penerima yang berbeda. Jika pembeli tidak teliti kemungkinan bisa langsung transfer ke rekening si penipu.

Pengiriman Fiktif
Pengiriman fiktif ini dilakukan dengan modus menggunakan resi abal-abal. Biasanya resi yang dikirim sering berbeda dengan jumlah ongkos kirim. Misalnya pembeli diminta ongkir untuk pengiriman dari Jakarta, tapi resi yang diterima adalah kode pengiriman dari kota lain.

Setelah itu, penjual akan berpura-pura menjadi agen pengiriman barang dengan mengirimkan SMS bahwa barang sudah sampai dan diterima dengan baik. Hal ini merupakan pancingan supaya pembeli memencet tombol konfirmasi barang sudah diterima di marketplace.
Cara lain yang sedikit lebih pintar adalah penjual betul-betul mengirim barang yang dipesan, namun dikirim ke alamat yang berbeda (alamat teman sendiri). Jika pembeli tidak berhati-ati, maka pesan bisa tidak sengaja diterima atau selesai secara otomatis dan uangmu akan lenyap begitu saja.

Untuk menghindari ini, sebaiknya kamu tidak langsung memencet tombol konfirmasi meski terdapat SMS konfirmasi dari kurir abal-abal. Jika kamu mengalami hal mencurigakan terkait pengiriman, segeralah menghubungi marketplace di mana kamu belanja untuk menahan uang yang telah dikirim untuk transaksi tersebut.

Deskripsi Barang yang Tidak Jelas dan Ambigu
Banyak sekali penjual-penjual nakal di marketplace yang memberikan deskripsi produk yang tidak jelas. Meski para penjual ini benar-benar mengirimkan barangnya, namun produk yang datang tidak sesuai dengan harapan pembeli.

Kasus ini sering terjadi pada berbagai toko yang menjual smartphone. Contoh iPhone refurbished dengan Grade A++ atau Grade Super, namun penjual enggan untuk memberikan deskripsi lebih jauh. Lebih parah lagi, banyak penjual yang menjawabnya berputar-putar dan ambigu ketika ditanya oleh calon pembeli.

Untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan, lebih baik kamu diskusikan kepada penjual sebelum membeli. Tanyakan secara rinci detail produk yang akan kamu beli, seperti apakah original/KW, baru atau bekas, dan sebagainya. Jika dirasa penjual cenderung menutup-nutupi deskripsi produk, sebaiknya kamu mencari seller lain yang lebih terbuka dan terpercaya.

Sumber: https://iprice.co.id/trend/insights/panduan-lengkap-belanja-online-yang-aman-di-marketplace-indonesia/
 

Offline flair666

Re:Cara Belanja Aman Tanpa Takut Ketipu di Toko Online
« Jawab #1 pada: April 14, 2018, 05:22:24 PM »
Kalau sekarang, hampir semua toko online di Indonesia punya sistem keamanan yang bagus. Jadi nggak perlu takut untuk belanja online  :13:
Mau cari International school in Jakarta yang berkualitas baik dengan kurikulum Cambridge? Kunjungi website kami.
 

Tags:
 

Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
5 Jawaban
2022 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 26, 2013, 07:30:14 AM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
2130 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 21, 2012, 05:50:31 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1323 Dilihat
Tulisan terakhir April 16, 2013, 04:49:50 PM
oleh Awal Dj
0 Jawaban
421 Dilihat
Tulisan terakhir November 19, 2014, 01:32:17 PM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
579 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 15, 2016, 11:05:48 AM
oleh Monox D. I-Fly
0 Jawaban
342 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 30, 2015, 04:43:22 PM
oleh sebarblog
0 Jawaban
305 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 14, 2015, 11:22:20 AM
oleh joharkantor05
0 Jawaban
404 Dilihat
Tulisan terakhir April 23, 2015, 01:55:37 PM
oleh joharkantor05
0 Jawaban
414 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 06, 2015, 10:35:37 AM
oleh joharkantor05
1 Jawaban
620 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 24, 2015, 10:39:05 AM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan